Ahli Pidana UI: SP3 BLBI Jadi Hitung Mundur Nyawa KPK

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 11 Apr 2021 19:36 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Pakar hukum pidana Universitas Indonesia Ganjar Laksmana Bonaprapta angkat bicara perihal surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan korupsi terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang melunturkan status tersangka Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Sjamsul Nursalim. Ganjar mengatakan SP3 tersebut menandakan makin mundurnya kinerja KPK saat ini.

"SP3 KPK kemarin ini merupakan hitung mundur nyawanya KPK," ujar Ganjar Laksmana dalam Diskusi Publik: Menyoal Langkah KPM Menghentikan Penyidikan Perkara BLBI yang ditayangkan di YouTube BEM UI, Minggu (11/4/2021).

Ganjar menilai kinerja KPK saat ini semakin mundur ke belakang. Kasus-kasus besar yang terjadi di Indonesia saat ini lebih sering diungkap dan ditangani oleh Kejaksaan Agung.

"Saya berikan hormat kepada kejaksaan yang dapat menangani dengan cepat, dapat menyita dengan cepat dan lain-lain, luar biasa saya acungkan satu jempol," kata Ganjar.

Dia mengatakan SP3 terkait kasus BLBI makin membuat kekecewaan publik terhadap kinerja KPK semakin besar. Ganjar lantas bicara soal pembubaran KPK.

"Buktinya perkara-perkara besar bisa tuh ditangani oleh kejaksaan ditambah lagi hak tagih yang dikeluarkan presiden itu juga nggak melibatkan KPK juga. Udah nggak ada gunanya itu KPK udah bubarin aja, kira-kira kan seperti itu skenario yang saya lihat," jelas Ganjar.

"Saya harap jangan ada kewenangan menghentikan penyidikan di KPK, supaya risiko memperdagangkan perkara bisa dihilangkan," ujar Ganjar.

Pendapat lain disampaikan pakar hukum tata negara Bivitri Susanti. Dia menyebut KPK bakal 'fade away'.

"KPK ini fade away, KPK dikit lagi habis independensinya karena secara resmi seluruh stafnya akan menjadi ASN," kata Bivitri.

Selanjutnya
Halaman
1 2