Lumpuh Layu Serang 4 Bersaudara di Makassar, 2 Meninggal

Lumpuh Layu Serang 4 Bersaudara di Makassar, 2 Meninggal

- detikNews
Minggu, 05 Mar 2006 18:13 WIB
Makassar - Naas nian nasib keluarga Syafrie (49). Empat anaknya diserang penyakit yang sama: lumpuh layu. Bahkan dua di antaranya telah meninggal karena penyakit itu.Safri, bapak yang mempunyai empat anak itu sekarang hanya memiliki dua anak. Dua telah meninggal setelah diserang lumpuh layu. Saat ditemui di kediamannya Minggu (5/3/2006) Jl Kandea III, Lorong I No 2 itu, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, Safri bisa hanya menatapi dua anaknya yang terbaring di atas kasur.Safri yang tak punya pekerjaan tetap itu memaparkan anaknya yang masih bertahan namun lumpuh yakni Agung (17) dan Adnan (13). Sementara anaknya yang meninggal juga setelah kena lumpuh layu itu adalah Ayub (13) dan Ardiansyah (3). Safri yang hanya tinggal di sebuah rumah kontrakan berukuran 6x6 itu, menuturkan, Agung anak pertamanya itu kena lumpuh layu sejak kelas tiga SD. Setelah itu sampai sekarang hanya terbaring di tempat tidur."Ayub dan Ardiansyah sebelum meninggal seperti saudaranya (Agung dan Adnan) lumpuh," terangnya. Sebelum keempat anaknya lumpuh dan ada yang meninggal, mereka terkena tipus dan panas yang terus menerus. "Kalau panas anak saya (Agung) datang, selalu jatuh tidak bisa berdiri, apalagi mau jalan," ungkapnya sembari menunjukkan foto kenangan kedua anaknya yang telah meninggal. Didampingi isterinya, Sarifa (37), Syafri mengaku keempat anaknya sudah mendapatkan penanganan dari pihak puskesmas. Untuk melakukan pengobatan selanjutnya, ia tidak banyak memiliki biaya. Safri berharap Agung dan Adnan mendapatkan perhatian dari pemerintah. Bapak lulusan SMA ini mengaku kalau JPS tidak cukup untuk membiayai pengobatan anaknya. Malah Safri mengaku, Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dikucurkan pemerintah belum pernah dirasakannya.Dengan pekerjaan yang tak jelas, untuk makan saja Sjafri berharap uluran tangan kerabat serta tetangga. "Kalau ada yang panggil pekerjaan kecil, saya terima ini untuk makan keluarga," ungkapnya. (nrl/)


Berita Terkait