Kejaksaan Panggil Eks Ketua MK Jimly Terkait Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya

M Syahbana - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 13:18 WIB
Ketum ICMI Jimly Asshiddiqie
Jimly Asshiddiqie (Andhika Prasetia/detikcom)
Palembang -

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan memanggil mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie terkait kasus dugaan korupsi proyek Masjid Sriwijaya. Jimly dipanggil sebagai saksi.

"Iya benar, Senin ini ada agenda pemeriksaan terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie terkait kasus dugaan korupsi Masjid Sriwijaya, bertempat di Kejagung Jakarta," kata Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumsel Khaidirman saat dimintai konfirmasi, Sabtu (10/4/2021).

Dia mengatakan pemeriksaan bakal dilakukan oleh penyidik Kejati Sumsel. Surat panggilan, katanya, sudah dilayangkan kepada Jimly.

"Untuk pemanggilan terhadap beliau memang dari Kejati Sumsel. Namun pemeriksaannya dilakukan di Kejagung Jakarta. Beliau diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Kejati Sumsel," ujarnya.

Jimly merupakan Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Masjid Raya Sriwijaya sejak awal rencana pembangunan masjid pada 2015. Pada 2019, Jimly sempat mempertanyakan pembangunan masjid yang terhambat sengketa lahan ke Pemprov Sumsel.

Kejati Sumsel telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Dua tersangka yang pertama diumumkan ialah mantan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang Eddy Hermanto dan kuasa KSO Dwi Kridayani. Dua tersangka lainnya ialah Ketua Panitia Divisi Lelang Syarifudin, Project Manager PT Yodya Karya sebagai kontraktor Yudi Arminto.

"Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi beberapa waktu lalu, hari ini penyidik Kejati Sumsel telah menetapkan dua tersangka dalam penyidikan adanya dugaan tipikor dalam pembangunan Masjid Sriwijaya, Palembang, sumber dana hibah Pemprov Sumsel 2015 Rp 130 M," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumsel Khaidirman ketika dimintai konfirmasi detikcom, Senin (8/3).

(haf/haf)