Diduga Hirup Insektisida, Petani di Berau Kaltim Ditemukan Tewas

Suriyatman - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 00:29 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Foto: Ilustrasi Garis Polisi (Rachman Haryanto)
Berau -

Muhammad Novel (39) warga jalan Merah Delima Kelurahan Tanjung Redeb Kecamatan Tanjung Redeb Kabupaten Berau ditemukan meninggal dunia di lahan perkebunan di Jalan Poros, Bulungan, Gunung Tabur, Kabupaten Berau. Korban diduga tewas keracunan lantaran menghirup insektisida.

Kapolsek Gunung Tabur, AKP Tatok Trihariyanto membenarkan keajdian tersebut terjadi pada Kamis (8/4) kemarin. Dia menyebut berdasarkan keterangan, saat itu korban bersama 2 rekannya yakni La Edi dan Dedy tengah melakukan penyemprotan insektisida di lahan perkebunan kelapa sawit milik warga Kelurahan Gunung Tabur, Berau.

"Sebelum ditemukan tewas, korban terlihat pagi harinya bekerja menyemprot tanaman sawit bersama dua rekannya, korban bertugas menarik selang sementara dua rekan lainnya bertugas menyemprotkan obat rumput itu ketanaman sawit yang ada dikebun," kata Tatok Trihariyanto saat dihubungi, Jumat (9/4/2021).

Tatok menyebut sekitar pukul 12.00 WITA, rekan korban sempat mencari korban di dekat gubuk penyimpanan insektisida. Saat itulah, korban ditemukan sudah tersungkur.

"Sekitar pukul 12.00 wita rekan rekan korban memutuskan untuk beristirahat, La Edi salah satu rekan korban mencari korban di dekat gubuk tempat menyimpan insektisida, betapa terkejutnya saksi melihat korban sudah tersungkur di atas tanah, kemungkinan keracunan insektisida," ucap Tatok.

Melihat rekannya tersungkur, La Edi kemudian sempat memeriksa kondisi korban. Setelah itu, La Edi kemudian membawa korban ke rumah sakit umum Abdul Rivai di Tanjung Redep Berau.

Sementara Dedy rekan korban lainnya melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan memanggil keluarga korban untuk memberitahukan kejadian ini. Setelah menerima laporan petugas kemudian melakukan olah TKP dan melakukan pemeriksaan intensif di tubuh korban.

"Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, polisi juga tidak menemukan adanya tanda-tanda Kekerasan, selanjutnya Korban di Evakuasi dan dibawa ke RSUD Abdul Rivai guna dilakukan Visum untuk mengetahui Dugaan Penyebab Kematian Korban," ujar Tatok.

Namun setelah tiba di kamar Jenazah rumah sakit Abdul Rivai Berau atas permintaan keluarga dan mendapat persetujuan pihak keluarga dan kepala Desa jasad korban akhirnya dibawa pulang untuk dimakamkan.

"Tadi jenazah mau diautopsi, namun karena kepadatan dan ada pasien COVID-19 maka autopsi dibatalkan, petugas kedokteran akhirnya hanya melakukan visum luar yang dilakukan di mobil ambulan," kata Tatok.

(maa/maa)