Kades di Bali Diduga Korupsi Dana Bedah Rumah Rp 20,2 M, Ditahan Kejaksaan

Sui Suadnyana - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 17:03 WIB
Kades dan 4 warganya di Bali ditahan Kejaksaan usai korupsi dana bedah rumah Rp 20,2 M (dok. Istimewa).
Kades dan 4 warganya di Bali ditahan Kejaksaan lantaran melakukan korupsi dana bedah rumah Rp 20,2 M. (dok. Istimewa)
Karangasem -

Kepala desa inisial APJ di Kabupaten Karangasem, Bali, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena diduga melakukan korupsi dana bedah rumah sebesar Rp 20,25 miliar. APJ bersama 1 perangkat desa dan 3 warga lain kini ditahan Kejaksaan Karangasem atas kasus tersebut.

"Setelah melalui penyidikan yang panjang, kami dari Kejari Karangasem telah menetapkan 5 tersangka kasus dugaan korupsi terkait hibah dana bedah rumah dari Kabupaten Badung yang diberikan kepada Kabupaten Karangasem senilai Rp 20.250.000.000," kata Kajari Karangasem Aji Klbu Pribadi, Jumat (9/4/2021).

Lima orang tersangka itu adalah APJ selaku kepala desa, IGS selaku kaur keuangan desa, dan 3 orang warga masing-masing berinisial IGT, IGSJ, dan IKP. Mereka sebelumnya telah diperiksa oleh tim penyidik Kejaksaan Karangasem.

"Penetapan tersangka ini berdasarkan dua alat bukti yang telah ditemukan oleh tim penyidik. Yang merupakan surat dan keterangan saksi," ujar Aji Kalbu.

"Selanjutnya, para tersangka ini dilakukan penahanan untuk dilakukan pemeriksaan kembali secara subjektif dan objektif," lanjutnya.

Kelima tersangka diduga telah melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 ayat (1) UU RI No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun.

Aji Kalbu menegaskan perbuatan kelima tersangka menimbulkan kerugian negara kurang-lebih Rp 4 miliar.

"Akibat dari perbuatan tersangka tersebut menimbulkan kerugian negara sebesar kurang-lebih Rp 4 M," ucapnya.

(nvl/nvl)