Pesawat Belum Berani ke Beoga Puncak Usai KKB Tembak Guru-Bakar Sekolah

Saiman - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 16:37 WIB
Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia (Saiman/detikcom).
Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia (Saiman/detikcom)
Puncak -

Pesawat belum berani terbang ke Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, setelah kelompok kriminal bersenjata (KKB) menembak guru Oktovianus Rayo (43) dan membakar sekolah di wilayah itu. Akibatnya, jenazah Oktovianus hingga saat ini belum dievakuasi ke Timika.

"Untuk hari ini belum ada pesawat yang masuk ke sana (Beoga), tidak ada pilot yang berani," ujar Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara/UPBU Ilaga, Herman Sujito, saat dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (9/4/2021).

Guru Oktovianus ditembak sebanyak dua kali oleh KKB pada Kamis (8/4) lalu, sekitar pukul 09.50 WIT. Oktovianus tewas di tempat akibat tembakan itu dan hingga kini belum dapat dievakuasi karena jalur yang dapat dilalui untuk evakuasi hanya jalur udara.

Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia juga mengatakan pihaknya belum dapat merapat ke lokasi penembakan karena terhambat belum adanya pesawat yang mendarat di lokasi itu.

"Kami belum bisa merapat ke lokasi karena lokasinya jauh dan tidak ada jalan darat," kata I Nyoman.

Menurut Nyoman, ada keluarga Oktovianus yang juga melihat aksi penembakan KKB itu. Namun mereka tidak bisa berbuat banyak dan langsung melarikan diri.

Sementara itu, jenazah Oktovianus hingga saat ini masih berada di puskesmas setempat setelah dievakuasi oleh masyarakat.

Sementara itu, Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes M Iqbal Alqudussy mengatakan pelaku penembakan merupakan KKB pimpinan Nau Waker. Mereka juga sempat membakar gedung sekolah SD dan SMP di wilayah Kampung Julukoma, Distrik Boega, pada Kamis (8/4) sore.

"Yang pasti TNI-Polri akan terus bergerak, segera mungkin untuk mengejar KKB itu," Iqbal Alqudussy, Jumat (9/4).

Lihat juga video '18 Kasus Teror Dilakukan KKSB Sepanjang Februari 2021':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)