Ketua MPR Sebut Industri Olahraga Punya Dampak Besar bagi RI

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 16:29 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengatakan pengembangan industri olahraga memiliki dimensi yang sangat luas. Ia menilai pengembangan industri ini dapat membawa dampak besar dalam berbagai aspek.

Dalam Webinar 'Sport Law - A Foundation of Sport Industry in Modern Economy' yang diselenggarakan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan, secara virtual pada Kamis (8/4), Bamsoet merinci dampak yang dapat dihasilkan dari pengembangan industri olahraga antara lain dampak sosial, ekonomi, budaya, termasuk memperkuat rasa nasionalisme dan mempromosikan negara di kancah internasional.

"Narasi ini dapat dirasakan secara nyata, misalnya dalam konsep sport tourism. Di mana kolaborasi acara olahraga diselenggarakan secara terpadu dan terintegrasi dengan promosi destinasi wisata, sehingga menghasilkan multiplier effects yang sangat bermanfaat," ujar Bamsoet dalam keteranngan tertulis, Jumat (9/4/2021).

Menurutnya pengembangan sport tourism tak hanya memberi manfaat pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, namun juga bagi kepentingan peningkatan citra dan image negara di mata dunia.

Ketua DPR RI ke-20 ini meyakini industri olahraga akan semakin memperoleh tempat dalam percaturan ekonomi global dan nasional. Hal ini ia sampaikan merujuk pada perekonomian global sebab kontribusi industri olahraga terhadap GDP dunia ternyata sangat signifikan.

"Pada tahun 2019 industri olahraga menghasilkan US$ 700 miliar dalam bentuk sportswear dan apparel serta equipment, dan menjadi salah satu penyumbang penting terhadap GDP dunia. Namun harus diakui kontribusi tersebut masih terkonsentrasi lebih banyak diberikan oleh negara-negara maju. Karenanya, Indonesia tidak boleh tertinggal," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, sudah saatnya Indonesia membina dan mendorong lebih banyak lagi pertumbuhan industri olahraga.

Ia menjabarkan Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta dan iklim tropis yang hangat, telah memiliki beberapa Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, dan Peraturan Menteri sebagai aturan turunan Undang-Undang.

Meski demikian, ia menilai banyaknya rujukan legal tersebut tak serta merta membuat industri olahraga berkembang pesat.

"Beberapa kendala yang masih dihadapi antara lain belum tingginya kesadaran tentang manfaat olahraga dari aspek nilai ekonomi, masih terbatasnya pelaku industri olahraga berskala besar dengan kapabilitas manajerial dan SDM yang profesional, masih adanya ketergantungan impor pada beberapa produk industri olahraga, serta belum terbentuknya kemitraan lintas sektoral yang handal dan terintegrasi," jelas Bamsoet.

Oleh karena itu, Bamoset berpesan perlu dibangun kesadaran kolektif untuk mengembangkan industri olahraga sebagai hak bagi setiap warga negara. Ia menekankan pemerintah mempunyai kewajiban membina dan mendorong pengembangan industri sarana olahraga dalam negeri, dengan cara memberikan kemudahan pembentukan sentra-sentra pembinaan dan pengembangan industri olahraga.

"Saya yakin dan percaya, dengan terbangunnya kesadaran kolektif tersebut, maka cita-cita mewujudkan industri nasional yang maju dan berdaya saing akan dapat kita wujudkan. Serta membawa dampak positif dalam memajukan perekonomian nasional," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, acara ini turut dihadiri oleh Ketua Ikatan Alumni Universitas Parahyangan Ivan Petrus Sadik, Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan Antonius Alijoyo, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat Kuswara S. Taryono, dan Ketua IMI Jawa Barat Fachruzar Zaman.

(prf/ega)