Bamsoet Ajak Penggemar Mobil Klasik Bangun Museum

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 11:06 WIB
MPR RI
Foto: dok. MPR RI
Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengajak Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) bersama IMI membangun museum mobil klasik. Adapun pembangunan ini rencananya bekerja sama dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan memanfaatkan lahan di daerah Jatinangor.

Tak hanya itu, Bamsoet menjelaskan pembangunan museum ini juga akan memanfaatkan pengembangan kawasan Kota Tua DKI Jakarta dan bekerja sama dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

"Jumlah anggota PPMKI tercatat mencapai seribu orang lebih, dengan koleksi mobil klasik mencapai 8 ribu unit. Di antaranya terdapat 23 mobil kepresidenan yang pernah dipakai Presiden Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, dan lainnya," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (9/4/2021).

Hal ini ia sampaikan saat menerima Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) pada Kamis (8/4). Bamsoet menilai keberadaan Museum Mobil Klasik bisa dimanfaatkan anggota PPMKI menitipkan mobil klasik miliknya untuk dirawat dan dipajang dalam museum. Terlebih menurutnya, mengingat tidak semua anggota memiliki lahan parkir yang memadai di kediamannya.

"Selain menjadi tujuan wisata otomotif yang menghasilkan nilai ekonomi, sekaligus menjadi wadah edukasi bagi masyarakat," kata Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 ini turut mengapresiasi keberadaan PPMKI yang berdiri sejak 13 November 1979. Menurut Bamsoet, PPMKI hingga kini tetap konsisten mendukung pengembangan wisata daerah melalui kegiatan touring antara lain menempuh rute Jakarta-Aceh, keliling Kalimantan, Makassar-Manado, Jakarta-Labuan Bajo-Timor Leste, hingga Jakarta-Brunei Darussalam.

"Tidak lupa melaksanakan dan mengkampanyekan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. Serta mensupport ekonomi kreatif dengan membuka dan memperbesar lapangan kerja untuk para montir, builder, bengkel, hingga UMKM pengadaan sparepart," imbuhnya.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan IMI juga sedang mengupayakan agar Indonesia memiliki peraturan/legalitas yang jelas tentang kendaraan modifikasi, baik motor maupun mobil. Sehingga, harap Bamsoet, para modifikator memiliki acuan yang jelas dalam memodifikasi kendaraannya agar bisa legal digunakan di jalan raya.

"Bidang usaha modifikasi otomotif termasuk dalam turunan lima sektor bidang manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan dari Presiden Joko Widodo dalam mempersiapkan Indonesia memasuki era Revolusi Industri 4.0. Usaha modifikasi otomotif juga termasuk salah satu sektor usaha di UMKM yang mampu membuka banyak lapangan kerja sekaligus menggairahkan perekonomian nasional," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah Pengurus PPMKI antara lain Ketua Umum Ronny Arifudin, Marsekal Madya TNI-AU (Purn) Suprihadi, Sulaiman, Oong Setiamanah, Benny Hidayat, Bambang RE serta Andri Sutisna. (prf/ega)