BP3IP Buat Layanan Satu Pintu untuk Penyediaan Jasa Pendidikan

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 16:10 WIB
BP3IP
Foto: Erika Dyah Fitriani/detikcom
Jakarta -

Pemanfaatan teknologi dalam rangka mendukung revolusi industri 4.0 telah merambah berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali dalam bidang pendidikan. Hal ini semakin diakselerasi dengan adanya pandemi yang menuntut penyesuaian berbagai kegiatan untuk dapat dilakukan secara virtual.

Menjawab tantangan ini, Balai Besar Pendidikan, Penyegaran, dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) meluncurkan aplikasi GO B3IP yang merupakan transformasi digital untuk meningkatkan pelayanan dalam kegiatan penyediaan jasa pendidikan.

Direktur Utama BP3IP Sugeng Wibowo menjelaskan aplikasi ini ditujukan untuk mendukung kegiatan penyediaan jasa pendidikan bagi tenaga kepelautan yang profesional, melalui pendidikan dan pelatihan keahlian serta keterampilan ilmu pelayaran berbasis Android.

"Kita coba mengikuti perkembangan teknologi komunikasi dan IT, di samping dengan dipaksa juga oleh kondisi pandemi sehingga proses belajar mengajar kita yang sudah dimulai sejak tahun 2019 lewat e-learning semakin kita tambah dengan proses sistem pembelajaran jarak jauh," ujar Sugeng kepada detikcom dalam acara Peresmian Aplikasi Go-BP3IP di Jakarta, Jumat (9/4/2021).

Sugeng mengungkap BP3IP telah mulai menjawab tantangan revolusi 4.0 dengan melakukan perubahan dalam sistem pendidikan sejak 2019 lalu. Adapun perubahan ini dilakukan dengan memberi layanan e-registration dan e-learning.

Ia mengatakan aplikasi Go BP3IP ini merupakan pengembangan dari sistem pembelajaran jarak jauh yang sudah ada sebelumnya yang telah dilengkapi berbagai fitur untuk menjawab kebutuhan peserta

"GO BP3IP hadir sebagai jawaban dalam menghadapi tantangan pengembangan teknologi di bidang pendidikan. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan dapat membuka batas komunikasi antara peserta diklat, penyelenggara diklat, dan perusahaan pelayaran," imbuhnya.

Diketahui, GO BP3IP menyediakan sejumlah fitur yang bisa dimanfaatkan baik oleh peserta diklat, penyelenggara, maupun masyarakat umum di antaranya Fitur Info, Fitur Diklat, Fitur Hubungi Kami & Lokasi, Fitur Seafarer Smart Card, Fitur Karir, Fitur Forum, serta Fitur Upload.

"Ada salah satu fitur kita yang menginformasikan perusahaan-perusahaan dan lowongan kerja. Kita sudah bekerja sama dengan beberapa anggota INSA dan BUMN kira-kira kalau ada lowongan kita informasikan sehingga bidang usaha kita selalu bekerja sama dengan mereka untuk selalu mengupdate lowongan," jelas Sugeng.

Melalui Fitur Karir ini, Sugeng berharap bisa mendukung adanya integrasi antara lembaga pendidikan yang ia kelola untuk bisa membantu penyerapan tenaga kerja kepada perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan BP3IP. Ia mengungkap ada kurang lebih 30 perusahaan dan instansi yang telah bekerja sama dengan pihaknya.

Sementara untuk Fitur Diklat, Sugeng mengaku diklat yang ditujukan untuk peserta tidak bisa seluruhnya dilakukan secara online sebab BP3IP sendiri merupakan sekolah vokasi yang menuntut adanya pembelajaran praktik.

Meski demikian, ia menjelaskan pihaknya telah mengurangi porsi pembelajaran tatap muka sepanjang bisa dilakukan secara teori jarak jauh. Sedangkan untuk praktik tatap muka, sudah dibatasi prosesnya dan diterapkan juga protokol kesehatan ketat dalam pelaksanaannya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan M. Yugihartiman yang hadir meresmikan Aplikasi GO BP3IP mengungkap BP3IP merupakan yang pertama di antara lembaga pendidikan dalam lingkup BPSDM Perhubungan yang menginisiasi layanan administrasi dan akademik pendidikan berbasis Android ini.

Ia turut mengapresiasi dan menyampaikan dukungannya agar aplikasi ini tak hanya dapat memberi pelayanan administrasi dan informasi, tapi juga dapat mendukung pelaksanaan pendidikan dengan Learning Management System (LMS).

"Untuk tahap awal kita ke pelayanan dulu. dengan model basis IT, Android ini cakupannya lebih luas pasti kan, di mana saja orang bisa mengakses. Lebih banyak orang yang bisa mengakses, lebih cepat dan mudah. Jadi saya apresiasi apa yang dilakukan BP3IP," pungkas Yugi.

Ia berharap melalui transformasi ini akan terbentuk juga CBT (Computer Based Training) untuk memudahkan peserta memahami model simulasi pembelajaran. Harapannya, CBT ini bisa menjadi pengantar peserta sebelum melakukan praktik riil di lapangan.

"Kami dorong transformasi dari yang biasa-biasa saja jadi lembaga pendidikan yang lebih kekinian dan harus mengikuti kebutuhan masyarakat dna memanfaatkan teknologi informasi yang terus berkembang," katanya.

Ia berpesan agar BP3IP dapat dapat selalu berinovasi. Melalui aplikasi ini, Yugi pun berharap dapat meningkatkan jumlah peserta didik dan memudahkan masyarakat ke depannya. Ia pun menyampaikan harapannya agar lembaga pendidikan lain di bawah BPSDM bisa mengikuti langkah pemanfaatan teknologi yang telah diinisiasi ini.

Sebagai informasi, Peresmian Aplikasi Go-BP3IP ini dilaksanakan bertepatan dengan Acara Penutupan Diklat Pelaut ke-54 "Bon Voyage" Tingkat I Nautika dan Teknika BP3IP Jakarta di Hotel Harris Kelapa Gading, Jakarta Utara dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari Kementerian Perhubungan.

(prf/ega)