Jokowi Bikin Kementerian Investasi, Reshuffle Kabinet di Depan Mata?

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 13:03 WIB
Jakarta - DPR RI menyetujui usulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang pembentukan Kementerian Investasi. Akankah ada menteri baru untuk mengisi pos Kementerian Investasi?

Anggota Komisi XI DPR Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno menyebut surat Presiden Jokowi ke DPR tidak memerinci detail terkait Kementerian Investasi. Seperti diketahui, Jokowi saat ini punya Badan Koordinasi Penanaman Modal, yang dipimpin Bahlil Lahadalia.

"Dalam surat Presiden ke DPR tidak diperinci secara detail karena perubahan-perubahan tersebut sesungguhnya merupakan hak prerogatif presiden, yang aturannya sudah ada dalam UU 39/2008 tentang Kementerian Negara," kata Hendrawan, Jumat (9/4/2021).

Hendrawan mengaku sudah menduga Jokowi bakal membentuk Kementerian Investasi dari jauh-jauh hari. Ini terkait UU Cipta Kerja yang isinya memobilisasi investasi.

"Tentang Kementerian Investasi sesungguhnya sudah bisa diduga setelah kita mengesahkan UU Cipta Kerja (UU 11/2020), yang intinya memang bagaimana kita memobilisasi dan mengorkestrasi investasi untuk kepentingan penciptaan kesempatan kerja dan pemerataan pembangunan," ujar dia.

Hadirnya Kementerian Investasi sebenarnya tidak mengubah jumlah kementerian di Kabinet Indonesia Maju. Selain membentuk Kementerian Investasi, Jokowi menggabungkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Meski demikian, Hendrawan tak mau berspekulasi apakah Jokowi akan menunjuk sosok baru untuk mengisi Kementerian Investasi atau mengangkat pejabat eksis di Kabinet Indonesia Maju untuk menjadi pimpinan pos kementerian baru itu.

"Hak Presiden. Kita jangan menghabiskan energi untuk berspekulasi," kata Hendrawan.

Terkait penggabungan Kemendikbud dan Kemenristek, Hendrawan mengatakan faktor memajukan universitas berbasis riset jadi salah satu alasannya.

"Tentang penggabungan Ristek ke Kemendikbud dilakukan untuk membangun sinergi antara produksi pengetahuan dan aplikasinya. Universitas berbasis riset menjadi andalan kita di masa depan," sebut dia.

(gbr/tor)