Polri Waspadai Kejahatan Jalanan hingga Aksi Teror Jelang Lebaran

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 11:31 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Istiono
Kakorlantas Polri Irjen Istiono (Foto: dok. Humas NTMC)
Jakarta - Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran 2021. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono siap mendukung kebijakan pemerintah tersebut.

"Pada rapat koordinasi selama kurang-lebih tujuh jam ini, kita telah membahas berbagai hal yang terkait dengan kesiapan pengamanan Idul Fitri 1442 H di mana pemerintah membuat kebijakan untuk melarang mudik. Ini tegas ya, melarang mudik, dilarang mudik," ujar Istiono dalam rapat koordinasi lintas sektoral bidang operasional 2021 seperti dalam keterangan tertulis, Jumat (9/4/2021).

Istiono meminta jajarannya mengantisipasi kejahatan jalanan selama pengamanan Ramadhan dan Idul Fitri. Selain itu, anggota Polri diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi teror.

"Lakukan antisipasi aksi terorisme dan tingkatkan kewaspadaan dari segala kemungkinan dan lakukan tindakan tegas dan terukur. Lakukan pengamanan secara maksimal yang menjadi pusat kegiatan masyarakat seperti rumah ibadah, pusat belanja, dan tempat wisata agar masyarakat merasa aman," jelasnya.

Istiono pun menyampaikan Lebaran tahun ini akan berbeda. Pasalnya, pelarangan mudik dilakukan pemerintah demi memutus mata rantai COVID-19.

"Sebuah tantangan tersendiri bagi kita. Yang menjadi poin penting dan harus menjadi perhatian kita bersama ini adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat menjelang pada saat dan pasca-Idul Fitri. Serta pengamanan terhadap semua dinamika efektivitas masyarakat guna meminimalisasi terjadinya gangguan kamtibmas dan kamseltibcarlantas serta penyebaran COVID-19," kata Istiono.

Lebih lanjut, Istiono juga meminta jajarannya meningkatkan pengamanan mulai 26 April 2021 sampai 5 Mei 2021 atau sebelum peniadaan mudik yang digelar pada 6 Mei 2021 sampai 17 Mei 2021. Antisipasi dilakukan supaya masyarakat tidak 'mencolong' start untuk tetap nekat mudik.

"Lakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan pada 26 April sampai 5 Mei, antisipasi masyarakat mendahului mudik sebelum peniadaan mudik," tuturnya.

"Lakukan pengamanan antisipasi masyarakat yang mendahului mudik sebelum peniadaan mudik. Upayakan agar tidak terjadi kemacetan. Antisipasi dengan langkah-langkah yang tepat dan cepat," ujar Istiono.

Dia meminta masyarakat tidak mudik dulu. Istiono menjelaskan kerja sama dengan stakeholder lain juga dibutuhkan supaya peniadaan mudik berjalan dengan baik.

"Peniadaan mudik tanpa adanya kerja sama di antara pemangku kepentingan tidak akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, mari bersinergi, masyarakat juga perlu dilibatkan untuk tidak mudik terlebih dahulu," tutupnya.

Rakor lintas sektoral bidang operasional 2021 ini turut dihadiri pejabat pengemban fungsi Ops Mabes Polri, pejabat Operasi Ketupat 2021, para karo ops, Kabagops Korlantas Polri, Dirlantas dan Dirintelkam Polda wilayah se-Indonesia, Dirjen Hubdat, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Dirjen P2P Kemenkes, Kepala BPJT, Tim Pakar Satgas Penanganan COVID, Dirut KAI, Dirut ASDP, jajaran Pertamina, Dirut Jasa Raharja, Jasa Marga, hingga deputi pengembangan wisata Kemenparekraf.

Tonton juga Video "Polri: Ada yang Anggap Teror Makassar dan Mabes Rekayasa":

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)