Narasi KPK: Tak Cuma Berani Usut Koruptor, Sikat Pegawai yang Jadi Pencuri

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 11:15 WIB
Logo, ilustrasi, gedung Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK)
Dokumentasi terkait KPK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Terungkapnya pegawai KPK berinisial IGAS yang mencuri dan menggadaikan barang bukti emas batangan 1,9 kg disebut KPK sebagai bukti lembaga antikorupsi itu tegas pada kalangan internalnya. KPK pun memastikan IGAS akan diproses hukum lebih lanjut ke kepolisian.

"Penegakan etik dan pedoman perilaku terhadap insan KPK oleh Dewas ini juga membuktikan KPK tidak hanya berani memproses pelaku korupsi, tetapi juga menegakkan aturan internal," ucap Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati Kurding kepada wartawan, Jumat (9/4/2021).

Ipi mengatakan evaluasi menyeluruh dilakukan buntut peristiwa itu. IGAS telah diberhentikan dengan tidak hormat melalui mekanisme etik di Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

"KPK tegas memproses semua pelanggaran etik melalui Dewas. Ini menunjukkan komitmen dan keseriusan KPK menjaga integritas, harkat, dan martabat insan KPK, juga sebagai upaya menjaga amanah dan harapan masyarakat Indonesia kepada KPK," kata Ipi.

IGAS diketahui sebagai salah satu anggota satuan tugas di Direktorat Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi). Direktorat itu berada di bawah Kedeputian Bidang Penindakan dan Eksekusi di KPK.

Dia leluasa mengambil 1,9 kg emas batangan yang merupakan barang bukti perkara korupsi yang menjerat mantan pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. Sekitar 1,9 kg emas batangan yang dicuri IGAS itu digadaikan untuk urusan utang pribadinya, yang disebut terbelit utang bisnis terkait forex atau foreign exchange atau pertukaran valuta asing. Namun belakangan IGAS telah menebus sebagian emas batangan yang digadaikannya dan dikembalikan ke KPK.

Simak Video: Pegawai KPK Dipecat Gegara Curi Barang Bukti Hampir 2 Kg Emas!

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/fjp)