Napiter Lapas Cilegon Ikrar Setia kepada NKRI: Saya Bertobat

M Iqbal - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 10:47 WIB
Napiter Lapas Cilegon Ikrar Setia ke NKRI
Napiter Lapas Cilegon melakukan ikrar setia ke NKRI. (Foto: dok. Humas Lapas Cilegon)
Jakarta - Dua narapidana kasus terorisme (napiter) Lapas Cilegon mengikrarkan diri setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pihak Lapas menyebut keduanya melaksanakan ikrar atas kemauan sendiri dan disetujui oleh instansi terkait.

Ikrar setia NKRI dilaksanakan di Lapas Cilegon. Keputusan keduanya mengikrarkan diri setia kepada NKRI sudah mendapat persetujuan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88 Antiteror, serta polisi dan TNI setempat.

Keduanya melakukan prosesi ikrar diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya, kemudian mencium bendera Merah Putih sebagai simbol kembalinya ke pelukan NKRI.

Kedua napiter itu berinisial MA (38) dan QR (56). MA masuk penjara pada Juni 2020 dan dipidana 5 tahun penjara karena keterlibatannya dalam organisasi teroris. Sedangkan QR masuk penjara pada November 2019 dan dipidana 3 tahun penjara.

"Dengan hati nuraninya, dia meminta ingin berikrar dan menjadi warga negara yang baik serta berjanji akan setia terhadap NKRI. Tentu ini sangat baik," kata Kalapas Colegon Erry Taruna melalui keterangannya, Jumat (9/4/2021).

Erry menjelaskan pihaknya sudah melakukan pendekatan sebelum dua napiter ikrar setia NKRI. Kendati begitu, pihaknya memaksimalkan upaya dengan cara humanis di Lapas Cilegon.

"Alhamdulillah hasilnya tampak di hari ini dua napiter kembali mengakui NKRI dan kecintaannya terhadap Tanah Air serta setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Ikrar NKRI oleh napiter ini menjadi achievement tersendiri bagi Lapas di mana proses deradikalisasi telah tercapai sesuai sasarannya," tukasnya.

Sementara itu, salah satu napiter, QM, mengatakan ikrar dirinya kembali ke NKRI sebagai bentuk pertobatan dan pengakuan kesalahan atas perbuatannya hingga dia dipenjara.

"Event ini sekali lagi sebagai suatu pertobatan saya sekaligus penyesalan. Mudah-mudahan pihak terkait bisa menyadari bahwa saya sudah kembali ke NKRI," katanya.

Dia mengajak kepada napiter lain agar bertobat dan mengikrarkan diri kembali ke NKRI. Menurutnya, sistem di Republik Indonesia tidak berseberangan dengan apa yang diyakini selama ini.

"Bagi teman-teman di luar, saya berharap sadarlah bahwa kesalahan ini masih bisa kita perbaiki. Mudah-mudahan kesalahan ini bisa memberikan ampunan bagi kita semua karena bagaimanapun juga saya meyakini bahwa kekeliruan bisa (menimpa) siapa saja. Tapi saya yakin teman-teman semakin banyak merenung, mudah-mudahan bisa bersama-sama lagi, kembali bisa menjalani muslim yang baik, karena kita sadar kita adalah berada di wilayah NKRI yang hari ini kita bersama-bersama bahwa apa yang ada di negara ini sejatinya tidak berseberangan dengan yang kita yakini," kata dia.

Tonton juga Video "Eks Napiter Sofyan Tsauri soal Zakiah Aini: Mencari Kesyahidan":

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)