Viral Polisi di Mimika Papua Buang Botol Plastik ke Laut, Kapolsek Ditegur

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 10:27 WIB
Polisi buang sembarangan sampah botol miras ke laut, kemudian sampah dibersihkan setelah ditegur Kapolres
Polisi membuang sembarangan sampah botol miras ke laut. (Tangkapan layar)
Mimika -

Potongan video yang memperlihatkan sejumlah polisi berada di pinggir dermaga pelabuhan viral di media sosial (medsos). Mereka tampak membuang sembarangan sampah botol plastik ke laut.

Sikap para polisi ini ramai dikomentari netizen. Warganet menyayangkan karena sampah botol itu dapat mencemari laut.

"Botolnya jangan juga ikut, pak," tulis salah seorang netizen di Instagram seperti dilihat detikcom pada Jumat (9/4/2021).

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Era Adhinata membenarkan peristiwa itu terjadi di Pelabuhan Pomako, Mimika, Papua. Era menerangkan anggotanya membuang sembarangan sampah botol plastik itu saat memusnahkan barang bukti minuman keras (miras) yang diselundupkan melalui jalur laut.

"Itu benar di Timika, Pomako. Kejadiannya 3 April," kata Era kepada detikcom.

Era juga menuturkan tak setuju dengan sikap anak buahnya. Dia mengaku langsung memberi teguran dan meminta sampah botol plastik tersebut segera dibersihkan dari laut.

"Setelah saya mendapat laporan kegiatan pemusnahan miras dari grup WA (WhatsApp), saya tegur langsung kapolsek," ucap Era.

"Bersihkan itu sampah, lain kali jangan dibuang ke laut," lanjut Era menirukan perintahnya kepada Kapolsek Pomako.

Era menuturkan saat itu pemusnahan miras dilakukan bersama pihak pengadilan dan kejaksaan setempat. Era menjelaskan memang biasanya ketika anggota kepolisian menemukan miras, langsung dimusnahkan.

"Itu hasil razia minuman. Mungkin mereka itu terlalu euforia. Langkah razia benar, cara pemusnahannya yang salah. Karena miras ini kan dianggap menyebabkan gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di sini," terang Era.

Era menuturkan Polsek Pomako langsung meminjam perahu milik masyarakat dan mengangkat kembali botol-botol yang mereka buang setelah mendapat teguran. Era mengatakan, ke depan, pemusnahan barang bukti miras akan dilakukan tanpa mencemari lingkungan.

"Akhirnya dibersihkan dengan pinjam perahu masyarakat dan bersama-sama membersihkan. Langsung saya tegur agar budaya-budaya lama jangan dibiarkan. (Buang barang bukti miras) itu kan budaya dari dulu," ungkap Era.

"Saya sudah beri tahu kalau itu bukan hanya botolnya berbahaya, tapi mirasnya juga dapat merusak ekosistem di bawahnya, biota laut. Ke depannya, pemusnahan kita disiapkan cara yang tak mencemari lingkungan," imbuh Era.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Tonton Video: Alasan Dandhy Laksono Bawa Isu Sampah Plastik ke Film Dokumenter

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2