Pemkab Serang Siap Terapkan Satu Data Kependudukan

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 22:18 WIB
Pemkab Serang
Foto: Pemkab Serang
Jakarta - Pemerintah Kabupaten Serang bekerja sama dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil Kemendagri) dalam penerapan satu data kependudukan. Kerja sama ini diwujudkan melalui penandatangan kerja sama di Aula Tb Suwandi, Setda Kabupaten Serang hari ini.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyampaikan adanya penerapan satu data diharapkan dapat mempermudah pihaknya dalam melaksanakan pembangunan.

"Harapan Pak Dirjen akan ditindaklanjuti. Akan kita laksanakan. Dengan satu data, kita akan lebih mudah dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/4/2021).

Terkait hal ini, Tatu meminta agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga kepala desa dapat bekerja sama menertibkan administrasi kependudukan.

"Jika ada yang belum memiliki KTP elektronik, segera membuat. Jika ada bayi lahir, warga meninggal, hingga penduduk yang datang dan pindah domisili, segera laporkan," katanya.

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan satu data kependudukan memberikan kewenangan setiap lembaga untuk menerbitkan data sesuai dengan tugasnya.

"Tidak boleh overlapping. Misalnya data tentang kependudukan ada di dinas dukcapil dan data kesehatan ada di dinas kesehatan," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa data kependudukan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Berdasarkan UU tersebut, data digunakan untuk perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, pelayanan publik, hingga pelaksanaan pemilu, pilkada dan pilkades.

Zudan menyampaikan basis data yang digunakan adalah nomor induk kependudukan (NIK) yang memiliki 16 digit. Adapun ke-16 nomor tersebut berbeda antar setiap warga negara.

"Maka harus diawali dengan pendataan yang tepat. Penduduk di Kabupaten Serang yang merasa belum terdata, belum punya KTP elektronik, segera laporkan. Bayi lahir hingga warga yang meninggal, segera laporkan," katanya.

Menurut Zudan, pengembangan satu data kependudukan yang telah dilakukan beberapa daerah masih belum masif. Oleh karena itu ia berharap Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah bisa menjadi pioneer di Banten dalam penerapan data kependudukan. Ia menyebut saat ini terdapat 2.680 lembaga dan sekitar 700 satuan kerja daerah yang sudah bekerja sama dengan Dukcapil Kemendagri

"Saya memiliki harapan besar, dengan tanda tangan perjanjian kerja sama ini, penanganan masalah pembangunan berjalan baik. Termasuk masalah penanganan kemiskinan belum tuntas maksimal, problemnya adalah data. Maka kami minta bantuan pemerintah daerah, untuk tertib adminduk," pungkasnya. (akn/ega)