Razia Prokes Warga, Polsek Jerowaru Dukung Kampung Sehat Jilid 2

Nurcholis Maarif - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 21:35 WIB
Polda NTB
Foto: Polda NTB
Jakarta - Kepolisian Resor Lombok Timur, Polsek Jerowaru menyebut rutin menggelar razia dan penyekatan dalam rangka implementasi Instruksi Presiden nomor 6 tahun 2020 terkait Prokes COVID-19. Ini juga dilakukan sambil menggelorakan Lomba Kampung Sehat Jilid 2 yang digagas oleh Kapolda NTB Irjen Moh. Iqbal.

Kapolsek Jerowaru Ipda Abdul Rasyid menyebut razia dilakukan khususnya di daerah Kecamatan Jerowaru atau yang menjadi gerbang masuk ke tempat wisata yang ada di wilayah Kecamatan Jerowaru.

"Di wilayah Kecamatan Jerowaru, diperketat dengan penjagaan dan razia protokol kesehatan khususnya penggunaan masker dan kegiatan tersebut dilaksanakan bersama TNI dan instansi terkait," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/4/2021).

"Adapun lokasi yang kami perketat penjagaan dan razia di depan Polsek Jerowaru, Simpang 3 Tutuk Desa Jerowaru, Depan Kantor Desa Pemongkong, dan Pantai Kura-Kura Desa Ekas Buana," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Lombok Timur, AKBP Tunggul Sinatrio melalui Kasubaghumas Iptu Lalu Jaharudin menyampaikan tujuan dari penjagaan dan razia di titik-titik tersebut sebagai tempat pemeriksaan sekaligus penyekatan kepada masyarakat atau pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas yang kasat mata.

"Dan masyarakat yang hendak melakukan berwisata semasa diberlakukan PPKM dan Implementasi Inpres No. 6 tahun 2020 tentang pendisiplinan Masyarakat dan Penegakan Hukum guna menanggulangi dan mencegah penyebaran COVID-19 dengan mengedepankan protokol kesehatan, khususnya di wilayah Jerowaru," ujarnya.

Polda NTBPolda NTB Foto: Polda NTB

Ia mengatakan petugas di lapangan melakukan tindakan berupa peringatan hingga teguran terhadap masyarakat atau pengunjung yang melaksanakan kegiatan ke tempat wisata. Masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan tertib berlalu lintas.

"Serta diimbau untuk tidak berkerumun dan kumpul-kumpul dan apabila tidak mematuhi protokol kesehatan, pengunjung akan diberikan sanksi berupa teguran lisan dan tertulis serta diberikan sanksi sosial," pungkasnya. (ncm/ega)