Menag Siapkan Candi Prambanan Jadi Pusat Ibadah Umat Hindu Dunia

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 19:52 WIB
Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan tambahan anggaran Rp 1,3 triliun untuk program pemberian bantuan kuota internet bagi siswa dan pengajar.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan Candi Prambanan tengah disiapkan untuk menjadi pusat ibadah Hindu dunia. Dia menjamin Kemenag akan mengafirmasi usulan semua agama.

Terkait Candi Prambanan itu awalnya disinggung oleh anggota Komisi VIII Fraksi PDIP Komang Koheri. Dia berharap Candi Prambanan bisa dijadikan pusat ibadah umat Hindu di dunia.

"Alangkah indahnya gimana kalau Candi Prambanan juga dijadikan pusat ibadah umat Hindu, Gus, mungkin nanti jadi juga umat Hindu di seluruh dunia jadi rujukan sehingga tidak hanya jadi tempat wisata dan yang sangat miris bahwa kaum-kaum agama Hindu ketika dia melakukan ritual tidak bisa masuk karena alasan menjadi, apa namanya, sebagai kawasan wisata," kata Komang, dalam rapat, Kamis (8/4/2021).

Menjawab hal itu, Gus Yaqut menyampaikan rencana itu tengah berjalan. Dia meyakinkan bahwa Kemenag akan mengafirmasi semua agama.

"Soal Prambanan kita sudah siapkan, Pak Komang, jadi tinggal jalan. Jadi jangan khawatir karena kita akan mengafirmasi semua agama. Jadi sebelum Bapak bertanya, kita sudah laksanakan kira-kira begitu. Ya sesuai permintaan tadi," ujarnya.

Tidak hanya itu, Komang juga mengusulkan hal lain dalam rapat. Dia memprotes kuota formasi PPPK untuk guru agama Hindu jauh lebih sedikit dibanding agama lain.

"Kedua. Terkait perekrutan agama Hindu, saya lihat jumlahnya tidak adil ya, karena saya lihat ya saya tidak katakan kursi agama Islam ini banyak tapi khusus Hindu ini sangat sedikit 403 orang. Padahal umat Hindu ini juga tersebar di seluruh Nusantara, di Lampung saja hak-hak untuk pendidikan agama ini kan diharuskan diajar oleh guru agama, jadi pertimbangan Pak Menteri dengan persentase nggak sama ini mohon disamakan Pak, agama Katolik 1.200, agama Kristen 2.700 kenapa dari Hindu dan Buddha sangat kecil," tuturnya.

Menag Yaqut pun menjawab, terkait jumlah formasi guru agama, pihaknya hanya menghimpun data dari pemda. Dia meminta Komang berkoordinasi dengan Komisi II.

"Soal rekrut PPPK yang Hindu sedikit maunya berapa, Pak? Ha-ha-ha... karena begini, adil itu proporsional, adil itu nggak boleh sama, kalau kita sama nggak adil itu justru kedua. Ini sesuai dengan kebutuhan karena angka ini muncul dari pemda, bukan dari kami, usulan dari pemda masing-masing, usulan ketemunya segini, 403 orang ini," ujarnya.

"Nah pemdanya, Pak, kita harus tanya pemda kami hanya menghimpun angka kebutuhan dari sekian pemda itu ketemunya segitu. Jadi kalau pemda ketemunya 4.000 ya kita usulkan 4.000. Jadi bisa koordinasi dengan Komisi II untuk menekan pemda itu agar menambah guru agama Hindu, mungkin begitu, Pak. Saya dulu alumni Komisi II, caranya begitu kira-kira mungkin, Pak," lanjut Yaqut.

(eva/mae)