Polisi Ungkap Ada 15 Korban Filler Payudara Dokter Gadungan di Jakbar

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 18:54 WIB
Polisi tangkap pelaku filler payudara abal-abal ke dua model di Jakbar.
Polisi menangkap pelaku filler payudara abal-abal ke dua model di Jakbar. (Fathan/detikcom)
Jakarta - Praktik suntik filler payudara dari dokter gadungan inisial SR di Jakarta Barat dibongkar polisi. Total, ada 15 orang yang telah mendapat tindakan filler payudara oleh dokter gadungan tersebut.

"Kalau dari pengakuannya tersangka ada 15 yang dia lakukan penyuntikan. Tapi sejauh ini baru dua yang melapor," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Dua korban merupakan model yang sebelumnya telah melapor ke polisi. Sedangkan 13 korban lainnya hingga kini belum diketahui identitasnya. Ady mengaku pihaknya terbuka untuk menerima tiap laporan masyarakat yang merasa pernah dirugikan oleh tindakan tersangka SR.

"Yang 13 kami sedang cari informasi atau mungkin yang bersangkutan malu melaporkan. Yang pasti pengungkapan ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua," ujarnya.

Sejauh ini polisi telah menetapkan dua tersangka dari praktek filler payudara ilegal di Jakbar. Selain tersangka SR, polisi telah menetapkan ML sebagai tersangka dengan peran sebagai penjual cairan silikon kepada SR.

Selain dua tersangka tersebut, polisi kini tengah menyelidiki orang yang disebut SR sebagai dokter berinisial LC. Ady menyebut SR pernah belajar sehari soal filler payudara kepada LC sebelum membuka praktik ilegalnya.

Usai kursus singkatnya itu, tersangka SR kemudian mendapat ijazah dari LC yang digunakan sebagai bekal membuka praktik filler payudara.

"Dia dengan LC diberikan les privat cuma sehari dan diberikan ijazah oleh saudara LC. Dengan ijazah itu yang digunakan tersangka LC ini untuk mengelabui para korbannya yang bersangkutan memiliki sertifikasi terkait filler payudara itu," ungkap Ady.

Kedua tersangka dijerat Pasal 77 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan/atau Pasal 197 dan/atau Pasal 198 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 8 ayat 1 UU Nomor 8 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 378 KUHP.

Kasus ini terungkap setelah dua perempuan yang mengaku sebagai model melapor polisi. Kedua korban mengalami infeksi setelah mendapat tindakan filler payudara oleh tersangka SR. (ygs/mae)