Beda Pemerintah Pusat Vs Depok soal Aturan Buka Bersama

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 15:57 WIB
top view muslim family enjoy the iftar meal dinner together in dining room
Foto ilustrasi buka puasa bersama. (iStock)
Jakarta -

Pemerintah Kota Depok melarang kegiatan buka puasa bersama selama Ramadhan 2021. Aturan ini berbeda dengan aturan pemerintah pusat yang membolehkan buka bersama dengan batas 50% dari ruang.

Aturan buka bersama Pemerintah Kota Depok itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 451/171-Huk tentang Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M dalam masa pandemi COVID-19. SE itu diteken oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris.

"Acara berbuka puasa bersama di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid, musala, dan tempat-tempat lainnya ditiadakan," kata Idris dalam SE-nya seperti dikutip, Kamis (8/4/2021).

Untuk salat tarawih di masjid, Pemkot Depok masih memperbolehkannya dengan ketentuan 50 persen dari kapasitas tempat ibadah. Jemaah yang diperbolehkan salat tarawih hanya warga setempat.

"Jumlah jemaah paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat ibadah. Jemaah adalah warga setempat yang sudah dapat diidentifikasi status kesehatannya (bukan masih dalam status positif aktif COVID-19)," katanya.

Idris menyarankan masyarakat yang sakit tidak mengikuti salat tarawih berjemaah di masjid. Tak hanya itu, para lansia juga disarankan melaksanakan salat di rumah masing-masing.

"Bagi yang sedang flu, batuk, khususnya warga lanjut usia (lansia), yang kurang sehat sebaiknya salat di rumah saja," tuturnya.

Idris juga melarang warga Depok melakukan ibadah semalaman di masjid. Salat tarawih keliling juga ditiadakan untuk mencegah penularan secara masif.

Simak video 'Bukber-Salat Tarawih di Masjid Diperbolehkan, Ini Syaratnya':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2