6 Fakta Pegawai KPK Curi Emas Hampir 2 Kg

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 15:03 WIB
Jakarta -

Dewan Pengawas (Dewas) KPK memberhentikan secara tidak hormat seorang pegawai KPK yang berinisial IGAS. Pasalnya, IGAS terbukti mencuri barang bukti kasus perkara korupsi berupa emas batangan yang beratnya hampir 2 kilogram.

Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK Tumpak Hatorangan Panggabean menceritakan kronologi perkara itu. IGAS telah diadili oleh Dewas KPK secara etik dan telah diputuskan diberhentikan tidak dengan hormat.

Aksi pencurian ini dilakukan oleh IGAS pada awal Januari 2020. Aksi ini dilakukan beberapa kali.

Dirangkum detikcom, Kamis (8/4/2021) berikut ini fakta lengkap pegawai KPK mencuri emas hampir 2 kg.

1. Terjadi pada Januari 2020

Kejadian ini terjadi pada awal Januari 2020. Namun baru ketahuan sekitar akhir Juni 2020.

"Ini terjadi di bulan awal Januari 2020, mengambilnya ini tidak sekaligus, beberapa kali, dan ketahuannya pada saat barang bukti ini mau dieksekusi sekitar akhir Juni 2020," ucap Tumpak dalam konferensi pers, Kamis (8/4/2021).

Tumpak menyebut IGAS merupakan salah satu anggota satuan tugas (satgas) yang memiliki kewenangan menyimpan barang bukti dari perkara mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. Itu sebabnya, IGAS leluasa mengambil emas batangan yang merupakan barang bukti itu.

2. Untuk Bayar Utas Bisnis Forex

Sebagian emas batangan itu lantas digadaikan pegawai lembaga antikorupsi itu untuk keperluan pembayaran utang.

"Sebagian daripada barang yang sudah diambil ini dikategorikan sebagai pencurian atau setidaknya penggelapan ini digadaikan oleh yang bersangkutan karena yang bersangkutan memerlukan sejumlah dana untuk bayar utang-utangnya," ucap Tumpak.

"Cukup banyak utangnya, karena yang bersangkutan terlibat dalam suatu bisnis tidak jelas, forex-forex itu," imbuh Tumpak.

Selanjutnya
Halaman
1 2