Waduh! Pemanasan Global Saat Ini Lebih dari Seharusnya

Abu Ubaidillah - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 13:58 WIB
Tropicana Slim
Foto: Screenshoot detikcom
Jakarta -

Perubahan iklim memang suatu hal yang terjadi dari tahun ke tahun. Namun perubahan iklim yang terjadi saat ini secara signifikan telah berubah menjadi krisis iklim.

"Krisis iklim tersebut terjadi karena pemanasan global yang terjadi saat ini melebihi rata-rata dari yang seharusnya. Sehingga makhluk hidup dipaksa untuk beradaptasi dengan kondisi yang terjadi," kata Co-Founder heySTARTIC Young Climate Champion Vania Santoso dalam video Meet The Expert di channel YouTube Tropicana Slim, dilansir Kamis (8/4/2021).

Vania menjelaskan beberapa contoh yang terjadi di kehidupan nyata menunjukkan krisis iklim tersebut benar-benar nyata. Seperti musim hujan atau kekeringan berkepanjangan yang juga kerap terjadi di Indonesia.

"Dalam 5.000 tahun bumi itu memanas sekitar 5 derajat peningkatannya, perbandingannya sejak revolusi industri di tahun 1975-an, itu sudah nambah 1 derajat yang berarti perbedaannya signifikan banget antara 5.000 (tahun) jadi 5 derajat sekarang belum sampai 1.000 (tahun) sudah nambah 1 derajat," katanya mengutip penelitian dari Climate Change.

Menurutnya hal ini menunjukkan pemanasan global yang menuju pada krisis iklim benar terjadi. Dampaknya pun bisa ke berbagai sektor, seperti kesehatan, lingkungan, dan berbagai aspek kehidupan lainnya.

Ia mencontohkan gara-gara kemarau berkepanjangan akhirnya para petani gagal panen, dari situ suplai sumber makanan terganggu, dari sisi lain di kehidupan petani secara perekonomian terganggu, lalu dari perekonomian terganggu mereka tidak bisa menyekolahkan anaknya.

Senada dengan Vania, Staff Divisi Endokrin, Metabolik, dan Diabetes Departemen Penyakit Dalam RSCM-FKUI dr Dicky Tahapary juga mengatakan perubahan iklim yang terjadi memiliki kaitan dengan berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah terhadap penyakit diabetes.

"Kalau diabetes tipe 2 sangat dipengaruhi pola hidup, pola makan sama aktivitas fisik. Misalnya aktivitas fisik makin lama makin panas, kadang hujan kadang terik sekali, orang juga malas gitu jalan keluar," ungkapnya.

Selain itu terkait dengan ketersediaan makanan sehat, industri makanan mungkin menyediakan makanan cepat saji yang energinya tinggi tapi nutrisinya kurang. Menurutnya ini juga berkontribusi besar terhadap peningkatan obesitas yang berujung pada diabetes.

"Kegemukan ini besar lho, studi terakhir satu dari tiga penduduk Indonesia itu obesitas. Ya root of problemnya interconnected dengan tadi, climate change, global warming, dan sebagainya," kata dia

dr Dicky memberikan tips kepada masyarakat maupun para diabetesi agar dapat mencegah diabetes yakni dengan menjaga pola hidup yang sehat. Salah satunya adalah membatasi makanan yang manis-manis atau gula sesuai aturan yang ditetapkan.

Selain memberi edukasi bagi masyarakat mengenai kaitan perubahan iklim dengan diabetes, Tropicana Slim juga memberi tips membuat makanan manis yang nikmat namun bebas gula dalam video Healthy DIY Cooking With Chef Marinka di channel YouTube Tropicana Slim.

Tidak hanya itu, bagi diabetesi, Tropicana Slim juga tengah mengadakan diskon 70% di Nutrimart Official Store di Shopee agar masyarakat dapat membeli produk-produk sehat bebas gula Tropicana Slim dengan harga lebih murah. Promo ini berlangsung hingga 11 April 2021.

Lihat juga Video: Kepala BMKG Kaitkan Siklon Tropis Seroja dan Global Warming

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/fhs)