Wali Kota Tangerang Larang SOTR dan Takbir Keliling di Bulan Ramadhan

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 12:53 WIB
Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah (Dok. Pemkot Tangerang)
Jakarta -

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah akan melarang kegiatan sahur on the road (SOTR) dan takbir keliling selama bulan Ramadhan. Sementara itu, salat tarawih dan salat Idul Fitri, serta bukber dibolehkan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Nomor 180/1208-Hukum/2021. Arif menyebut salat tarawih dan salat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Jumlah rakaat dapat disesuaikan dengan kebiasaan yang dilakukan oleh setiap masjid atau musala," ujar Arief dalam keterangannya, Kamis (8/4/2021).

Arief mengatakan pengurus masjid atau musala dapat mengatur kapasitas jemaah 50 persen dari kapasitas masjid atau musala dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, pengurus masjid atau musala wajib membentuk satgas COVID-19 yang bertanggung jawab dan memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik.

"Satgas dapat menginformasikan kepada jemaah bahwa tempat ibadah selalu dilakukan penyemprotan disinfektan, menyediakan sarana tempat cuci tangan di pintu masuk masjid. Jemaah agar dapat membawa sajadah dan mukena masing-masing serta harus memakai masker dan menjaga jarak," ungkapnya.

Pemkot Tangerang membolehkan kegiatan buka puasa bersama sepanjang mematuhi protokol kesehatan. Di antaranya jumlah kehadiran 50 persen dari kapasitas ruangan, mematuhi protokol kesehatan yang ketat, serta harus mendapatkan izin dari Satgas COVID-19.

"Untuk sahur on the road, takbir keliling, dan kegiatan berkerumun lainnya tidak diperbolehkan," ungkap Arief.

Sedangkan terkait pelaksanaan ibadah salah Idul Fitri boleh dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan pengurus dapat membentuk Satgas COVID-19.

"Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan Prokes yang ketat, tapi jika perkembangan COVID-19 mendapat peningkatan, maka salat Idul Fitri dapat ditiadakan," ungkapnya.

Ketentuan lainnya, peringatan Nuzulul Qur'an wajib memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, jumlah jamaah paling bangak 50 persen dari kapasitas tempat atau lapangan terbuka. Pedagang kaki lima diperbolehkan berdagang sepanjang mematuhi protokol kesehatan secara lebih ketat.

Vaksinasi boleh dilakukan selama bulan Ramadhan dengan berpedoman pada fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2021 tentang hukum COVID-19 pada saat berpuasa.

Lihat juga Video: Salat Tarawih dan Idul Fitri Boleh Digelar di Luar Rumah, Tapi...

[Gambas:Video 20detik]



(yld/hri)