Test Swab Saat Puasa Bikin Batal Nggak Sih?

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 12:01 WIB
Swab Test Pedagang Pasar Cisarua, ilustrasi tes swab, test swab, ilustrasi virus corona, ilustrasi tes corona
Foto: Ilustrasi pengambilan sampel test swab (Dok Diskominfo Kabupaten Bogor).
Jakarta -

Komisi Fatwa MUI menyatakan hukum melakukan test swab PCR atau rapid antigen pada siang hari tidak membatalkan puasa. MUI melihat tidak ada hal-hal yang dapat membatalkan puasa pada pelaksaan swab PCR itu.

"Tidak membatalkan puasa. Kalau pun siang hari tidak membatalkan puasa. Ya tidak ada hal-hal yang membatalkan puasa, " kata Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin Abdul Fatah saat dihubungi, Kamis (8/4/2021).

Hasanuddin menerangkan hal-hal yang dapat membatalkan puasa adalah masuknya sesuatu ke dalam perut melalui mulut. Sedangkan dalam konteks test swab PCR ini, hanya alat berbentuk lidi yang dimasukkan ke lubang belakang hidung untuk pengambilan sampel lendir.

"Kan yang membatalkan puasa itu kan memasukkan sesuatu ya kepada lubang yang terbuka masuk ke dalam perut begitu kan, kalau ini kan sesuatu yang di masukkan cuman apa, cuma lidi kaya lidi, korek kuping ujungnya kapas kan begitu, melalui mulut ataupun belakang hidung belakang mulut dan tidak sampai apa itu ke dalam itu, ya kalau ke mulut juga tidak menimbulkan muntah gitu kan," tuturnya,

Kendati demikian, Hasanuddin menyarankan agar test swab PCR atau rapid test antigen saat bulan puasa dilaksanakan pada malam hari. Hal itu dilakukan agar mengantisipasi muncul rasa ingin muntah saat pengambilan sampel dari saluran antara mulut dan tenggorokan.

"Itu batal kalau muntah, salah satu batal kan muntah secara disengaja muntah. Makanya diakhir kan ada saran makanya dilakukan malam hari dilaksanakan," ujarnya.

Lihat Video: Ma'ruf Amin Tegaskan Vaksinasi Saat Ramadhan Tak Batalkan Puasa

[Gambas:Video 20detik]



(whn/fjp)