Soal Tangsel Jadi Satu-satunya Zona Merah, Dinkes Sebut Ada Beda Data

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 21:04 WIB
Peta Zonasi Risiko, Tangsel Zona Merah satu-satunya di Pulau Jawa (Dok. COVID-19.go.id)
Foto: Peta Zonasi Risiko, Tangsel Zona Merah satu-satunya di Pulau Jawa (Dok. COVID-19.go.id)
Jakarta -

Baru-baru ini Kota Tangerang Selatan (Tangsel) disebut sebagai satu-satunya wilayah di Pulau Jawa yang masuk ke dalam zona merah penularan COVID-19. Adapun data ini diambil berdasarkan laman covid19.go.id per 4 April 2021.

Merespons hal ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menjelaskan hal ini terjadi lantaran adanya perbedaan dalam pendataan COVID-19 sehingga menyebabkan Tangsel menjadi daerah zona merah. Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, dr. Alin menjelaskan penetapan Tangsel sebagai zona merah disebabkan oleh meningkatnya data kasus positif yang signifikan. Namun, ia mengatakan data tersebut berasal dari data lama yang berproses sinkronisasi.

"Hal tersebut yang membuat data di dalam aplikasi NAR (New All Record) dalam minggu ini naik secara signifikan dibandingkan dengan periode sebelumnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (7/4/2021).

Lebih lanjut dr. Alin menambahkan selama ini memang ada perbedaan data antara data pusat dan daerah, yakni data di daerah lebih banyak dibandingkan data di pusat. Ia juga menyampaikan selama ini data yang dilaporkan oleh daerah belum terinput seluruhnya di pusat. Oleh karena itu, sejak Selasa kemarin, pemerintah pusat telah melakukan sinkronisasi antara data pusat dan data daerah.

Di samping itu, ia juga menyebut Dinas Kesehatan Tangsel akan segera melakukan sinkronisasi dengan pemerintah pusat, terutama dengan Kementerian Kesehatan melalui NAR. Pasalnya, saat melakukan sinkronisasi, ditemukan ada banyak data delay yang baru terlaporkan dan masuk setelah terverifikasi.

"Data yang terlaporkan diikuti dengan data kesembuhan," katanya.

Melalui upaya ini, ia meminta agar masyarakat tidak khawatir dengan status zona merah saat ini. Mengingat hal ini bukan disebabkan karena lonjakan jumlah kasus pada minggu ini, melainkan adanya data lama yang baru terinput.

Ia juga menyampaikan Dinas Kesehatan Tangsel saat ini juga melakukan upaya persuasif untuk memastikan jumlah penularan COVID-19 berada di bawah kendali dan mencegah kekhawatiran timbul di masyarakat. Di samping itu, pihaknya juga terus mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan selalu mentaati protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menjauhi kerumunan.

Simak juga video 'Hari Kesehatan Dunia, WHO Beberkan 5 Langkah Perubahan di Masa Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/ega)