Crazy Rich Samin Tan Dibekuk KPK Saat Nongkrong di Jakpus Tanpa Perlawanan

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 20:46 WIB
Tersangka pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Samin Tan (kedua kiri) menggunakan rompi tahanan usai diperiksa dalam kasus dugaan suap terhadap mantan anggota DPR Eni Maulani Saragih di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (6/4/2021). KPK resmi menahan buronan KPK Samin Tan yang diduga memberi suap Rp5 miliar kepada Eni Maulani Saragih untuk kepentingan proses pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kalimantan Tengah. ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj.
Samin Tan ditahan KPK. (Foto: ANTARA FOTO/RENO ESNIR)
Jakarta -

KPK mengungkapkan kronologi penangkapan Samin Tan di kafe bilangan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Bagaimana ceritanya?

Plt Jubir KPK, Ali Fikri, mengatakan Samin Tan ditangkap pada Senin (5/4). Ali mengatakan Samin saat ditangkap sedang bersama rekan-rekannya, tapi Ali tidak menjelaskan rinci siapa saja orang-orang yang bersama Samin.

"Ada informasi masyarakat jika DPO yang kami cari itu ada berada di sebuah kafe di MH Thamrin, Jakarta Pusat. Oleh karena itu, tim bergerak menuju ke sana, ke kafe tersebut dan benar ada ditemui di sebuah ruangan, tersangka ST (Samin Tan) ini dengan beberapa orang," ujar Ali saat dihubungi, Rabu (7/4/2021).

Ali mengatakan, saat penangkapan itu, Samin Tan tidak melakukan perlawanan. Tim penyidik KPK juga langsung meringkus pria yang pernah masuk deretan orang terkaya di Indonesia ini.

Selain itu, KPK akan mendalami orang di balik persembunyian Samin Tan selama menjadi DPO KPK. KPK juga saat ini masih mencari bukti baru terkait ada atau tidaknya orang yang membantu Samin Tan.

"Apakah ada pihak-pihak lain atau bahkan apakah ada kerja sama dengan pihak lain sebagai pelaku peserta, pemalsuan dan lain-lain kita konfirmasi terus kembangkan fakta-fakta," tegas Ali.

Sebelumnya, Samin Tan ditangkap KPK setelah hampir setahun jadi buron. KPK menetapkan Samin Tan selaku pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal sebagai tersangka kasus dugaan suap karena diduga memberi suap Rp 5 miliar kepada Eni Saragih.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ini ke penyidikan dengan tersangka SMT (Samin Tan)," kata Wakil Ketua KPK saat itu, Laode M Syarif, di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (15/2/2019).

Samin diduga memberi suap kepada Eni agar membantu anak perusahaan miliknya, PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT), yang sedang bermasalah. KPK mengatakan permasalahan itu terkait Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) Generasi 3 di Kalimantan Tengah antara PT AKT dan Kementerian ESDM.

"Eni sebagai anggota DPR di Komisi Energi menyanggupi permintaan bantuan SMT dan berupaya mempengaruhi pihak Kementerian ESDM, termasuk menggunakan forum RDP dengan Kementerian ESDM, di mana posisi Eni adalah sebagai anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR," ucapnya.

Simak Video: Usai Buron 2 Tahun, Samin Tan Kini Ditahan KPK

[Gambas:Video 20detik]



(zap/jbr)