Jaksa Ungkap Rinci Aliran Duit Edhy Prabowo untuk Sespri Wanita

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 18:33 WIB
Sidang Eks Stafsus Edhy Prabowo Terkait Kasus Suap Benur
Sidang Eks Stafsus Edhy Prabowo Terkait Kasus Suap Benur (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Direktur PT DPPP Suharjito dituntut 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan karena dianggap terbukti memberi suap kepada mantan Menteri KKP, Edhy Prabowo, terkait perizinan ekspor benur. Dalam tuntutannya, jaksa KPK turut membeberkan aliran duit suap Edhy Prabowo untuk keperluan sekretaris pribadi (sespri) wanitanya.

Tuntutan terhadap Suharjito dibacakan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2021). Jaksa KPK membeberkan aliran duit suap dan keuntungan dari perusahaan eksportir benur untuk keperluan sespri wanita Edhy Prabowo, salah satunya Anggia Tesalonika Kloer.

"Berdasarkan fakta persidangan, saksi Amiril Mukminin untuk kepentingan saksi Edhy Prabowo juga membayarkan uang yang berasal dari Terdakwa dan eksportir lain serta keuntungan PT ACK untuk antara lain, membayar biaya sewa apartemen saksi Anggia Tesalonika Kloer," kata jaksa KPK dalam persidangan.

Jaksa menyebutkan Edhy Prabowo menggunakan duit suap untuk membiayai sewa apartemen dan kebutuhan mobil Anggia Kloer. Sespri wanita Edhy lainnya, Fidya Yusfi, juga dibayari sewa apartemen oleh Edhy Prabowo sebesar Rp 160 juta dari duit suap.

"Membayar biaya sewa apartemen saksi Fidya Yusfi sebesar Rp 160 juta," sebut jaksa.

Berikut aliran duit suap yang digunakan Edhy Prabowo untuk kepentingannya, yang terungkap di persidangan:

a. membayar biaya sewa apartemen saksi Anggia Tesalonika Kloer;
b. uang muka pembelian mobil Honda HRV untuk digunakan saksi Anggia Tesalonika Kloer sebesar Rp 200 juta;
c. membayar biaya sewa apartemen saksi Fidya Yusfi sebesar Rp 160 juta;
d. pembelian mobil Toyota Fortuner untuk digunakan saksi Amri sebesar Rp 548 juta;
e. pembelian jam tangan merk Jacob & Co untuk saksi Edhy Prabowo sebesar Rp 374.960.000;
f. pembelian jam tangan merk Rolex untuk saksi Edhy Prabowo sebesar Rp 740.000.000,00 dan pembayaran pajaknya sebesar Rp 175.000.000;
g. Pembelian 8 unit sepeda sebesar Rp 168.400.000.

Simak juga 'KPK Dalami Peran Edhy Prabowo Terkait Rp 52 M yang Disita':

[Gambas:Video 20detik]