Eks Menpora Imam Nahrawi Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin

Azhar Bagas - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 18:14 WIB
Terdakwa dugaan suap dana hibah KONI, Imam Nahrawi kembali jalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor. Disana Imam terlihat mengenakan masker.
Imam Nahrawi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Eks Menpora Imam Nahrawi telah divonis 7 tahun karena tersandung dalam kasus suap terkait dana hibah dari Kemenpora untuk KONI. Saat ini Imam akan dieksekusi untuk dikirim dan dimasukkan ke Lapas Kelas IA Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

"Selasa (6/04), jaksa eksekusi KPK Rusdi Amin dan Josep Wisnu Sigit telah melaksanakan putusan MA Nomor: 485 K/ Pid.Sus/2021 tanggal 15 Maret 2021 Jo, putusan PN Tipikor pada PT DKI Jakarta Nomor : 30/PID.SUS-TPK/2020/PT DKI. JKT tanggal 8 Oktober 2020 Jo Putusan PN Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor: 9/Pid.Sus/TPK/2020/PN. Jkt.Pst tanggal 29 Juni 2020, dengan cara memasukkan Terpidana Imam Nahrawi ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 7 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan," kata juru bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (7/4/2021).

"Sebelumnya, Terpidana (Imam Nahrawi) telah diputus dan dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," tambahnya.

Ali mengatakan, Imam Nahrawi juga diwajibkan untuk membayar denda Rp 400 juta. Apabila Imam tidak sanggup membayar, denda tersebut bisa digantikan dengan kurungan penjara selama 6 bulan.

"Terpidana juga diwajibkan membayar denda sejumlah Rp 400 juta dengan ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," kata Ali.

Imam juga dikenai pidana tambahan dengan membayar uang pengganti Rp 19,1 miliar. Uang pengganti itu harus dibayarkan setelah putusan mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Namun, jika Imam tidak sanggup bayar, bisa digantikan dengan hukuman penjara selama 3 tahun.

"Selain itu, (Imam) dijatuhi juga adanya pidana tambahan untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp 19.154.203.882 yang mana apabila uang pengganti tersebut tidak dibayar paling lama 1 bulan setelah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut," ujarnya.

"Dan jika Terpidana tidak mempunyai harta yang cukup untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara selama 3 tahun," sambungnya.

Lebih lanjut, Ali menyebut Imam juga dilarang maju untuk menjadi pejabat negara selama 5 tahun ke depan.

"Dalam putusan majelis hakim di tingkat MA (Mahkamah Agung) tersebut, adanya hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun terhitung sejak terpidana selesai menjalani pidana pokok," katanya.

Simak juga 'Pengacara: Tak Ada Fakta Hukum Pemberian Uang ke Imam Nahrawi':

[Gambas:Video 20detik]



(fjp/fjp)