Dishub DKI Hanya Buka 1 Terminal Bus AKAP Selama Mudik Dilarang

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 16:39 WIB
Terminal bus Kampung Rambutan merupakan salah satu terminal bus yang menjadi tujuan warga untuk pulang kampung atau mudik pada saat hari libur panjang
Terminal bus Kampung Rambutan (Foto: DEDY ISTANTO)
Jakarta -

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta hanya akan mengoperasikan Terminal Pulogebang di Jakarta Timur untuk melayani angkutan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) selama larangan mudik Lebaran 2021. Pelayanan angkutan bus AKAP di Terminal Pulogebang juga akan berjalan ketat.

"Untuk larangan mudik memang pembahasan terakhir di Jakarta dari empat terminal yang saat ini difungsikan sebagai terminal AKAP itu rencananya itu yang akan dioperasionalkan hanya Terminal Pulogebang. Selebihnya itu tidak ada pelayanan AKAP," kata Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo di DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2021).

Syafrin menyebut tiga terminal lainnya yang biasa melayani angkutan bus AKAP tak akan dioperasikan mengangkut penumpang ke luar kota. Dia menerangkan pihaknya akan selektif, terutama dalam menentukan penumpang.

"Dan untuk pelayanan AKAP Terminal Pulogebang pun itu akan sangat selektif, apakah terkait dengan keperluan mendesak, misalnya keluarga kedukaan, ada yang sakit dan sebagainya, tentu ini akan sangat selektif," ucapnya.

Terkait teknis pelaksanaannya, Dishub DKI masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Syafrin berharap pemerintah segera meluncurkan aturan terkait larangan mudik tahun 2021.

"Untuk pelaksanaannya kami tetap masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari Kemenhub. Saat ini masih dalam tahap penggodokan," katanya.

"Kita harapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama peraturan ini akan terbit. Sehingga sebelum masa larangan mudik tanggal 6 kita bisa sosialisasikan secara masif kepada seluruh masyarakat, sehingga masyarakat memahami urgensi larangan mudik yang diambil dari pemerintah," tambahnya.

Pemerintah sebelumnya meniadakan mudik Lebaran pada 2021. Arahan ini diberikan kepada seluruh masyarakat.

"Tahun 2021, mudik ditiadakan berlaku untuk ASN, TNI-Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri, dan seluruh masyarakat," kata Menko PMK Muhadjir Effendy, dalam jumpa pers virtual, Jumat ,(26/3).

"Sehingga upaya vaksinasi yang sedang dilakukan bisa menghasilkan kondisi kesehatan yang semaksimal mungkin sesuai yang diharapkan," sambungnya.

(fas/fas)