Akses di Kupang Mulai Terbuka Usai Cuaca Ekstrem, Listrik Masih Diupayakan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 18:02 WIB
Suasana di Kupang sudah mulai kondusif pada Selasa (6/4) (dok Bangun Pribadi)
Foto: Suasana di Kupang sudah mulai kondusif pada Selasa (6/4) (dok Bangun Pribadi)
Kupang -

Kondisi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikabarkan sudah mulai kondusif. Cuaca hari ini lebih baik dibanding dua hari sebelumnya.

"Hari ini situasi cuaca sudah kondusif, tak ada hujan, tak ada angin. Dua hari ke belakang yang parahnya. Minggu terjadi banjir bandang, Senin hujan angin. Yang luar biasa itu yang Senin dini hari," kata GM Transmart Kupang, Bangun Pribadi, saat dihubungi, Selasa (6/4/2021).

Dia mengatakan jalanan di Kupang juga mulai terbuka. Diketahui, sejumlah pohon sempat tumbang saat terjadi banjir bandang di Kupang.

Namun dilaporkan jaringan listrik di Kupang masih belum pulih. Bangun menjelaskan situasi di sekitar daerah Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, NTT.

"Sementara ini sudah lancar akses jalan, kemarin sudah mulai proses pembersihan sewaktu Brimob turun. Tapi Kupang hingga saat ini masih gelap gulita," kata Bangun.

Dia mengatakan dampak cuaca ekstrem lebih parah terjadi di daerah pesisir. Bangun mengatakan masyarakat di wilayah pesisir pantai atau bantaran mengungsi ke gereja ataupun masjid.

Saat ini warga memenuhi kebutuhan air bersih dengan membeli. Sebab rumah warga belum teraliri listrik kembali sehingga tidak dapat menyalakan pompa air.

Bangun menceritakan belum semua warung buka untuk memenuhi kebutuhan logistik warga. Bangun mengatakan pihaknya sudah membuka Transmart menggunakan genset per hari ini untuk melayani kebutuhan warga.

"Kita tutup kemarin untuk recovery, hari ini sudah dibuka dari jam 09.00-19.00 Wita saja. Karena di atas jam itu sudah sepi. Dengan kondisi belum optimal, kita coba penuhi kebutuhan warga," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, ada 10 kabupaten dan 1 kota di NTT yang terdampak cuaca ekstrem akibat kelahiran Siklon Tropis Seroja. Rentetan bencana terjadi di wilayah NTT sejak Minggu hingga Senin dini hari.

BNPB melaporkan 128 orang meninggal akibat bencana banjir dan longsor karena Siklon Tropis Seroja.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, menyebut berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Senin (5/4/2021), pukul 23.00 WIB, total warga meninggal dunia berjumlah 128 warga selama cuaca ekstrem berlangsung di beberapa wilayah tersebut, dengan rincian Kabupaten Lembata 67 orang, Flores Timur 49, dan Alor 12. Total korban hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21.

"Sebanyak 2.019 kartu keluarga (KK) atau 8.424 warga mengungsi serta 1.083 KK atau 2.683 warga lainnya terdampak. Pemerintah daerah terus memutakhirkan data dari kaji cepat di lapangan," kata Raditya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/4).

(jbr/idh)