BNPB: Adonara dan Lembata Terdampak Bencana Paling Parah di NTT

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 11:20 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo
Foto: Kepala BNPB Doni Monardo (Hermawan/detikcom)
Jakarta -

Kepala BNPB Doni Monardo mengungkapkan ada sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak paling parah bencana banjir bandang dan tanah longsor. Sejumlah wilayah itu yakni Pulau Adonara, Flores Timur dan Kabupaten Lembata.

"Paling parah, yang pertama adalah Adonara dan Lembata. Di mana masih ada sejumlah korban hilang, masih belum ditemukan, termasuk Kabupaten Alor," kata Doni dalam jumpa pers virtual, Selasa (6/4/2021).

Doni merinci, hingga kini setidaknya 500 unit rumah rusak berat akibat bencana alam yang melanda Kabupaten Alor dan Pulau Adonara. Sementara, untuk Kabupaten Lembata, lebih dari 300 unit rumah mengalami kerusakan.

"Sementara itu juga yang rusak berat, baik dari Alor, kemudian Lembata dan Adonara total jumlahnya mencapai mendekati 500 unit, hanya memang dalam catatan di sini yang belum masuk Lembata. Barusan Pak Bupati mengatakan di Lembata itu rumah yang rusak berat di Lembata berjumlah 224 unit, yang rusak sedang 15 unit, dan rusak ringan 75 unit," papar dia.

Doni melanjutkan, khusus wilayah Lembata, ada 2 desa yang terdampak paling besar. Sebab, kedua desa tersebut berada di kaki Gunung Ile Lewotolok.

Dia mengatakan, warga di kaki gunung berapi itu sebelumnya memang sudah direncanakan untuk direlokasi. Namun, sebelum terealisasi, bencana alam sudah menghantam kawasan tersebut. Untuk diketahui, Gunung Ile Lewotolok berstatus siaga III.

"Khusus Lembata, 2 desa itu terdampak paling besar berada di kaki Gunung Ile Lewotolok yang seharusnya dalam beberapa waktu terakhir ini. Pemerintah daerah sudah merencanakan untuk merelokasi warga di sana, namun karena adanya badai siklon ini akhirnya terdampak paling banyak," papar Doni.

Doni memastikan, pihaknya bersama Kementerian PUPR akan merancang strategi untuk merelokasi warga di dua desa di kaki Gunung Ile Lewotolok. Selain itu, dapur umum juga akan didirikan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga.

"Kami dari BNPB bersama dengan PUPR nantinya akan merancang agar masyarakat dan warga di sana dapat direlokasi, yang berikutnya tim gabungan dari Kemensos dan TNI, Polri telah membangun dapur lapangan di hampir semua titik, sehingga diharapkan tidak ada masyarakat yang tidak mendapat pasokan logistik," kata dia.

Lihat juga Video: Jokowi Tugasi Menkes Penuhi Sarana Kesehatan di Lokasi Bencana NTT

[Gambas:Video 20detik]



(mae/fjp)