Disdik DKI: Jika Ada Kasus COVID di Uji Coba Tatap Muka, Sekolah Tutup 3 Hari

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 17:47 WIB
Sekolah
Foto ilustrasi sekolah. (shutterstock)
Jakarta -

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta memastikan akan memperketat protokol kesehatan saat sistem uji coba kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka digelar. Disdik DKI mengatakan akan memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka apabila ditemukan kasus COVID-19 di sekolah.

"Jika diketahui terdapat kasus positif terpapar COVID-19, maka satuan pendidikan ditutup selama 3x24 jam untuk dilakukan disinfektasi serta dilakukan tracing lebih lanjut oleh pihak Dinas Kesehatan," kata Kepala Dinas Pendidikan Nahdiana melalui keterangan resmi yang diterima, Selasa (6/4/2021).

Para siswa maupun tenaga pendidik yang menampakkan gejala COVID-19 akan dirujuk ke puskesmas setempat. Apabila terkonfirmasi positif COVID-19, pihak sekolah akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI untuk melakukan penelusuran kontak.

"Dalam hal ditemukan gejala-gejala terpapar COVID-19 pada peserta didik dan pendidik, pihak sekolah segera melakukan koordinasi dengan puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.

Selama ditutup, sekolah akan disterilisasi menggunakan disinfektan. Sekolah dibolehkan beroperasi kembali setelah dinyatakan aman dari paparan virus COVID-19.

"Kemudian, satuan pendidikan di buka kembali, setelah pihak berwenang menyatakan sekolah dalam kondisi aman dari paparan COVID-19," ucapnya.

Lebih lanjut, Nahdiana menyampaikan pilot project kali ini menerapkan sistem pembelajaran campuran (blended learning). Selain itu, penunjukan puluhan sekolah dipilih melalui tahapan asesmen.

"Proses ini telah kami lakukan sejak lama. Kami juga selalu berkoordinasi dengan banyak pihak mulai dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dinas Kesehatan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ikatan Psikolog Klinis para pakar pendidikan, dan orang tua untuk memastikan standar asesmen yang kami lakukan akurat bahkan di atas standar nasional," imbuhnya.

Menurut Nahdiana, orang tua memiliki hak penuh dalam mengizinkan anaknya melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Bahkan, hal ini masuk tahapan asesmen.

"Dalam penerapan pembelajaran campuran, para orang tua tetap memiliki hak penuh untuk menentukan apakah anaknya diberikan izin untuk mengikuti pembelajaran campuran atau belajar dari rumah. Dengan demikian, pihak satuan pendidikan tetap melaksanakan belajar dari rumah terlebih bagi satuan pendidikan yang tidak lolos asesmen dan belum menjadi peserta uji coba terbatas," ungkapnya.

Selama uji coba, Pemprov DKI akan melakukan pemantauan secara rutin melibatkan sejumlah unsur. Pemantauan meliputi penerapan protokol kesehatan (prokes) COVID-19.

Sebelumnya diberitakan, 85 sekolah di DKI Jakarta menjalani uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) mulai besok. Pembelajaran dilakukan seminggu sekali secara bergiliran.

Adapun, pembelajaran tatap muka dijalankan oleh siswa SD kelas IV hingga SMA kelas XII. Setelah ruangan digunakan untuk sekolah, keesokan harinya ruangan disemprot disinfektan.

Simak video 'Bagaimana Teknis Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka Terbatas?':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/zap)