ADVERTISEMENT

Kronologi Samin Tan Muncul dalam Kasus hingga Akhirnya Ditangkap

Tim detikcom - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 20:55 WIB
Jakarta -

Pengusaha bernama Samin Tan ditangkap KPK. Dia ditangkap setelah sempat buron usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Samin Tan merupakan tersangka kasus dugaan suap terhadap mantan Anggota DPR RI, Eni Maulani Saragih. Dia telah diumumkan sebagai tersangka pada Jumat (15/2/2019).

Setelah itu, Samin Tan sempat diperiksa KPK. Namun, dirinya tak ditahan hingga ujungnya melarikan diri.

Berikut jejak Samin Tan mulai dari diperiksa sebagai saksi, dijerat sebagai tersangka, buron hingga ditangkan KPK:

Diperiksa Sebagai Saksi

KPK pernah memeriksa Samin Tan sebagai saksi untuk mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham dalam kasus dugaan suap terkait PLTU Riau-1. Dia dicecar KPK soal kerja sama proyek PLTU Riau-1 dan aliran dana kepada tersangka di kasus ini.

"Penyidik mengklarifikasi hubungan atau kerjasama antara saksi dengan tersangka dalam kasus ini serta pengetahuan saksi tentang dugaan aliran dana pada tersangka," kata Kabiro Humas KPK saat itu, Febri Diansyah, Kamis (13/9/2018).

Samin sendiri tak banyak bicara usai diperiksa KPK. Dia berjalan dengan cepat meninggalkan area KPK.

Dicegah ke Luar Negeri

Samin Tan sempat dicegah untuk bepergian ke luar negeri. Pencegahan itu dilakukan untuk memudahkan KPK melakukan pemeriksaan Samin Tan yang kala itu berstatus sebagai saksi.

"Dilakukan pelarangan ke luar negeri terhadap saksi Samin Tan, swasta selama 6 bulan ke depan," kata Kabiro Humas KPK saat itu, Febri Diansyah, di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (17/9/2018).

Pencegahan itu, kata Febri, dilakukan agar memudahkan proses permintaan keterangan sebagai saksi untuk tersangka Idrus Marham dan Eni Maulani Saragih. Menurut Febri, Samin diperiksa terkait dengan aliran uang.

Muncul di Dakwaan Eni

Nama Samin Tan muncul di dakwaan Eni Saragih. Dia disebut memberi uang suap ke Eni.

"Samin Tan selaku pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal sebesar Rp 5 miliar," ujar jaksa dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2018).



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT