Satgas Bantah Brimob di Ambon Meninggal Usai Divaksin: Dia Positif COVID

Muslimin Abbas - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 18:39 WIB
Ratusan lansia menjalani vaksinasi COVID-19 di kawasan Jakarta Utara. Seperti diketahui, lansia jadi salah satu kelompok prioritas yang menerima vaksin Corona.
Ilustrasi vaksinasi COVID-19 (Pradita Utama/detikcom)
Ambon -

Juru bicara Satgas COVID-19 Maluku Adonia Rerung membantah kabar bahwa komandan kompi (danki) di satuan Brimob Polda Maluku meninggal dunia setelah divaksinasi COVID-19. Personel Brimob berinisial Ipda LT (45) itu meninggal dalam status positif COVID-19.

"Hasil swab-nya positif Corona. Sebab itu, patut diduga meninggalnya karena Corona, bukan vaksin. Kalau vaksin itu kan gejala-gejala ringan, sedang saja, gejala ringan, sedangkan kepala sakit tapi tidak membahayakan jiwa. Karena itu dianggap gejala ringan," kata Adonia Rerung, Senin (5/4/2021).

Adona menjelaskan pasien mempunyai riwayat penyakit darah tinggi. Namun, saat divaksinasi, tekanan darahnya di bawah 180, sehingga dibolehkan menerima vaksin COVID-19.

"Awalnya pasien ada riwayat tekanan darah tinggi. Hanya kita tidak tahu. Yang jelas, hasil swab-nya dia positif Corona. Karena dia positif, lalu orang kaitannya pasca-vaksin," ucap dia.

Karena Ipda LT meninggal sepekan setelah divaksinasi, banyak yang mengaitkan meninggalnya LT karena vaksinasi.

"Sebelum divaksinasi sudah ada darah tinggi, tapi kan ketentuan bahwa kalau tekanan darah di bawah 180 boleh divaksin. Jadi, meskipun menderita darah tinggi, asalkan di bawah 180, boleh divaksinasi. Jadi bukan karena itu (vaksin) dia (meninggal), tapi dia menderita Corona. Ada bukti laboratorium," katanya.

"Jadi patut diduga meninggal disebabkan Corona, bukan divaksinasi, karena secara umum tadi gejala-gejala vaksin sampai sekarang itu yang tadi gejala ringan sedang, demam, sakit kepala, badan sakit, yang akan hilang 1-2 hari," tambahnya.

Dia mengatakan Ipda LT dilarikan ke rumah sakit (RS) setelah mengalami gejala demam setelah divaksinasi. Ipda LT, lanjutnya, diberi obat dan dibolehkan pulang setelah kondisinya membaik.

"Kalau tidak salah, dia divaksinasi tanggal 30 Maret, sempat masuk ke RS dengan gejala demam, dikasih obat, membaik, dia pulang. Itu cerita direktur rumah sakitnya bahwa dia masuk ke rumah sakit seperti adanya pasien-pasien lain pasca-vaksinasi. Dikasih obat semua, dipulangkan. Yang jelas swab-nya positif Corona," tutur Adonia Rerung.

Simak juga 'Satgas Pastikan Vaksinasi Corona Tetap Berjalan Saat Libur Lebaran':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/idh)