Istiqomah Perlu Dimiliki Umat Islam, Ini Keutamaannya

Lusiana Mustinda - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 16:29 WIB
Adab berdoa: rendah hati dan khusyuk
Foto: Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta -

Istiqomah berasal dari kata qiyam, itu sesungguhnya memiliki beragam makna sesuai dengan keadaan yang menggiringnya (konteks kalimat). Dalam buku "Keajaiban Istiqamah" oleh Imam Sibawaih El-Hasany, lema qiyam sendiri memiliki sejumlah makna yaitu al-'azm, at-tamassuk, al-dawam, al-intishab, al-mulazamah, al-muhafadzah, al-i'tidal, al-istiwa, al-ishlah, an-nuhudl, al-qadr, al-imad, al-wuquf, ats-tsabat, at-tamam atau al-kamal.

Dengan demikian istiqomah memiliki penjabaran makna sebagai berikut berdiri, bangkit, berhenti, berdiam, hening, mengawali langkah, naik, meningkat, dilahirkan, pilar, tekad, terang, tatap, berhembus, ramai, memberontak, menjaga, merawat, memupuk, melestarikan, menguasai, bertanggung jawab, menegakkan, membangkitkan, mengorbankan, menyanggah, mempertimbangkan, memperbaiki, konsistensi, kesinambungan yang memiliki nilai dan sangat berharga, kedudukan atau posisi, kemuliaan, kesempurnaan hingga lain-lainnya.

Sementara itu, Abu Bakar mengatakan bahwa istiqomah adalah ketika kau tidak menduakan-Nya. Umar lebih membumikannya dengan katakan bahwa istiqamah merupakan praktik kepatuhan pada perintah sang pencipta dan larangan-Nya, tanpa menyisakan rasa getar untuk terus berada di dalamnya.

Dikutip dalam buku berjudul 'Meniti Jalan Istiqomah' oleh Syekh Musnid al-Qahthany, Syekh Abdurrahman al-Sa'diy rahimahullah mengatakan: "Istiqomah itu adalah melazimi ketaatan pada Allah dan ketaatan pada Rasul-Nya secara berkelanjutan."

Allah SWT berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ. نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ. نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Tuhan kami adalah Allah.' Kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, 'Janganlah kalian takut dan janganlah merasa sedih, dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian. Kami adalah pelindung-pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan akhirat, di dalamnya kalian memperoleh apa yang kalian inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kalian minta. Sebagai hidangan (bagi kalian) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.S. Fushshilat: 30-32)

Salah satu keutamaan istiqomah adalah tidak ada rasa takut dan mereka tidak pernah merasa bersedih.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ, أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: 'Rabb kami adalah Allah', lalu mereka istiqomah, maka tidak ada rasa takut atas mereka dan tidaklah mereka merasa sedih. Mereka itulah para penghuni surga, mereka kekal di dalamnya, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." (QS Al-Ahqaf: 13-14).

Agar seorang muslim tetap istiqomah perlu juga ditunjang dengan taubatan nasuha, bermuhasabah hingga menjaga sholat.

(lus/erd)