Gubernur Papua soal Terobos Papua Nugini: Saya Punya Hak ke Sana-Kemari

Antara - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 13:58 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe
Gubernur Papua Lukas Enembe (Dok. detikcom)
Jayapura -

Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan sudah melaporkan peristiwa masuk ke Papua Nugini secara ilegal kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Dia mengaku lapor ke Tito saat masih berada di Papua Nugini.

"Sedangkan terkait dengan kejadian sebelumnya, saya sudah sampaikan kepada Mendagri secara virtual ketika di Vanimo," kata Lukas Enembe seperti dilansir Antara, Senin (5/4/2021).

Lukas Enembe menyampaikan hal itu saat menerima kedatangan Mendagri Tito Karnavian di Gedung Negara Jayapura untuk membahas pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX.

Lukas menambahkan, dia mengaku hanya menjalani pengobatan tradisional saja di Vanimo karena kondisi kesehatan yang tidak baik.

"Saya hanya berobat dan punya hak untuk ke sana dan kemari," ujar dia.

Dia mengatakan, saat Tito datang ke Jayapura, mereka membahas suasana keamanan di Papua saat ini. Lukas mengaku menyampaikan terkait pelaksanaan PON XX yang akan digelar di Papua.

"Dalam pertemuan dengan Mendagri tadi, kami sampaikan kondisi terkini di Papua," kata Lukas.

Terkait peristiwa ini, Tito menegaskan apa yang dilakukan Gubernur Papua Lukas Enembe bepergian ke Papua Nugini tetap salah meski dengan alasan berobat. Gubernur Papua ke Papua Nugini tanpa izin.

"Apa yang dilakukan Gubernur Papua adalah salah dan tidak benar walaupun alasannya berobat," tegas Tito.

Dia mengatakan Lukas sempat menelepon sekembalinya dari PNG dan memberitahukan alasannya untuk berobat. Namun dia menyatakan apa yang dilakukannya salah karena tidak sesuai dengan prosedur.

"Kemendagri tidak pernah melarang kepala daerahnya untuk berobat termasuk bila tujuannya berobat ke luar negeri, namun harus sesuai prosedur, yakni meminta izin ke Kemendagri," ucapnya.

Gubernur Papua Lukas Enembe, Rabu (31/3), masuk ke PNG melalui jalan setapak dengan menggunakan ojek ke Wutung, kampung yang berbatasan dengan Skouw, Jayapura. Kemendagri sudah menegur Gubernur Papua.

Simak juga video 'Kelompok Masyarakat di Papua Dukung Kelanjutan Otonomi Khusus':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/fjp)