Angka Kematian Corona RI Melonjak, Satgas: Ada Data Terlambat Masuk Sistem

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 06:17 WIB
Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Angka kematian akibat COVID-19 pada Minggu kemarin bertambah signifikan yaitu sebanyak 427 orang. Satgas COVID-19 memaparkan bahwa lonjakan kasus kematian itu terjadi karena Provinsi Banten terlambat memasukkan data.

"Data penambahan kasus yang melonjak tersebut berasal dari Propinsi Banten karena terjadi penumpukan data yang tertunda diinput ke sistem data di Kemkes selama beberapa hari. Telah dilakukan verifikasi data yang diinput tersebut," kata Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito saat dihubungi, Minggu (4/4/2021).

Wiku mengatakan, lonjakan data kasus Corona pada Minggu (4/4) bukan karena lonjakan kasus di lapangan dalam satu hari. Namun, hanya masalah memasukkan data kepada sistem.

"Kasus terjadi karena penularan. Tapi lonjakan kasus bukan karena lonjakan penularan," tuturnya.

Diketahui, angka tambahan kasus kematian Corona pada Minggu kemarin mencapai 427 orang. Kasus kematian Corona terbanyak hari ini berasal dari Provinsi Banten dengan 338 orang

Berdasarkan data dari Satgas COVID-19, Minggu (4/4/2021), dengan tambahan 400-an angka meninggal itu, total jadi 41.669. Ini tambahan signifikan dalam tujuh hari ke belakang.

Jika dirunut per 22 Maret, begini data kematian Corona harian di RI:

22 Maret: 161
23 Maret: 154
24 Maret: 118
25 Maret: 98
26 Maret: 85
27 Maret: 198
28 Maret: 85

29 Maret: 132
30 Maret: 173
31 Maret: 104
1 April: 196
2 April: 97
3 April: 91
4 April: 427

Selain angka kasus kematian, pasien yang terjangkit Corona juga terjadi penambahan signifikan di Banten. Per hari ini tambahan mencapai 6731 kasus, dan Banten menyumbang sebanyak 3.501 kasus.

Simak juga video 'Tim WHO Pastikan Laporan Asal Corona Tak Terpengaruh Tekanan Politik':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/aik)