Round-Up

Angan-angan Masyumi Reborn Usai Susun Kepengurusan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 04 Apr 2021 22:29 WIB
Acara Milad Partai Masyumi. (Yogi Ernes/detikcom)
Foto: Acara Milad Partai Masyumi. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Kepengurusan Partai Masyumi reborn periode 2021-2026 sudah terbentuk meskipun masih bersifat sementara. Ada satu angan-angan yang sudah terbesit dan bukan tak mungkin akan direalisasikan oleh Masyumi reborn.

Apa angan-angan Partai Masyumi reborn? Mereka berniat membentuk fraksi partai Islam.

"Kita berharap nanti kita gagas ke depan itu, kalau bisa berharap di fraksi itu jadi ada koalisi atau fraksi Islam, sebagaimana 1955, 1994, itu, sehingga bisa putuskan hal-hal bersama. Itu dalam konteks keumatan," kata Ketua Umum (Ketum) Masyumi, Ahmad Yani, kepada wartawan, Minggu (4/4/2021).

Komite Eksekutif Koalisi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani usai acara deklarasi Masyumi reborn di Jakarta.Ketum Partai Masyumi, Ahmad Yani. (Foto: YOGI ERNES/detikcom)

Tak hanya angan-angan membentuk fraksi partai Islam. Masyumi reborn juga menyoroti sejumlah aspek, mulai aspek hukum, ekonomi, hingga pendidikan.

"Dalam konteks kenegaraan, kita mau membenahi betul perpolitikan yang menurut kita ini sudah jauh dari nilai-nilai Pancasila. Kalau politik penuh dengan uang kan berarti bertentangan dengan Ketuhanan Yang Maha Esa, dong. Money politics, transaksional, pragmatis, dan sebagainya," sebut Ahmad Yani.

"Dalam proses pembentukan hukum. Contohnya UU omnibus law, betul enggak UU omnibus law itu berkesesuaian dengan nilai-nilai Pancasila? UU Minerba. Ketiga, masalah land reform, penguasaan lahan. Bagaimana rakyat di daerah perkebunan dan sebagainya itu hanya jadi penonton yang tidak bisa menikmati apa pun, bahkan bisa kadang-kadang jadi kriminalisasi. Banyak kan terjadi," lanjut dia menjelaskan.

Terkait aspek ekonomi, Masyumi reborn mempersoalkan utang pemerintah. Sedangkan aspek pendidikan, mereka menyoroti perihal peta jalan pendidikan yang sempat mendapat kritikan dari sejumlah pihak, termasuk komisi pendidikan DPR RI, yakni Komisi X.

"Masalah pendidikan, kaya Nadiem. Nadiem tak paham UUD dan tidak paham UU pendidikan. Tatkala peta jalan pendidikan dia meninggalkan peran agama, seperti itu. Padahal kan jelas di UU Pendidikan kita Pasal 31, 'untuk mengantarkan anak didik beriman dan bertakwa dan berilmu pengetahuan', itu kan. berakhlak baik, kan seperti itu. Bagaimana dia mau membuat peta jalan, tetapi rumusan dasar filosofinya dia tidak paham. Jadi pokok-pokok persoalan yang seperti itulah yang kita akan soroti," papar Ahmad Yani.

Mengenai kelahiran kembali Partai Masyumi juga ditanggapi oleh partai-partai Islam di Tanah Air. Ada juga partai yang menanggapi secara khusus angan-angan Masyumi menggagas fraksi partai Islam.

Baca di halaman berikutnya.