Data Terbaru: 41 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang-Longsor Flores Timur

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 04 Apr 2021 18:47 WIB
Sejumlah warga menyaksikan rumah yang rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur/wpa/foc.
Foto: ANTARA FOTO/HUMAS BNPB
Jakarta -

Banjir bandang dan longsor di Kabupaten Flores Timur, NTT mengakibatkan puluhan orang tewas. Data terbaru, total ada 41 orang tewas.

"Kita verifikasi ulang saat ini kami mendapatkan data 41 orang meninggal dunia dalam pendataan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam jumpa pers di YouTube BNPB, Minggu (4/4/2021).

Data tersebut dikumpulkan per pukul 17.30 WIB yang disampaikan BNPB pukul 18.00 WIB. Selain korban tewas dilaporkan juga sembilan orang luka-luka. Lalu 27 orang hilang dan 29 KK terdampak yang mana masih dalam pendataan.

"Sekali lagi data ini sangat dinamis dan juga kita sedang melakukan verifikasi ulang dengan data ini data per jam 17.30 WIB," paparnya.

Adapun dijelaskan titik pengungsian ada di Balai Desa Nelelamadike. Kerugian materiil yang terdata antara lain puluhan rumah warga tertimbun lumpur di Desa Lamanela, kecamatan Ile.

"Permukiman warga hanyut terbawa banjir, 5 jembatan putus, puluhan rumah terendam banji di Kecamatan Adonara Barat," jelas Radit.

Simak Video: Flores Timur Dihajar Banjir Bandang, Puluhan Orang Tewas!

[Gambas:Video 20detik]



(idn/imk)