ADVERTISEMENT

Lone Wolf Seperti Zakiah Rentan Beraksi 1-6 Bulan Usai Terpapar Terorisme

Rahmat Fathan - detikNews
Sabtu, 03 Apr 2021 13:54 WIB
Jakarta -

Seorang lone wolf, seperti Zakiah Aini, penyerang Mabes Polri, disebut bisa nekat melakukan aksi terorisme dalam waktu yang tak lama setelah terpapar radikalisme. Rentan waktu lone wolf melakukan penyerangan usai terpapar disebut kurang dari satu tahun.

"Antara satu sampai enam bulan, biasanya ya. Sudah bergerak," ujar Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto, dalam diskusi Polemik MNC Trijaya FM yang digelar daring, Sabtu (3/4/2021).

Wawan menuturkan waktu tersebut berbeda dengan para teroris yang masuk ke jaringan atau kelompok ekstremis. Sebab, ada pelatihan-pelatihan tertentu di dalam jaringan teroris.

"Ada yang lebih panjang tapi biasanya itu pelatihan-pelatihan, kalau misalnya dia ada sisi pola serang. Tapi kalau yang lone wolf itu bisa lebih cepat," ucap Wawan.

Wawan Hari PurwantoDeputi VII Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto (Ari Saputra/detikcom)

Dia lantas menganalisis serangan Zakiah Aini di Mabes Polri. Wawan berujar tindakan lone wolf, seperti Zakiah Aini, juga sporadis.

"Seperti apa yang terjadi ZA ini kita melihat dia nggak mempelajari formasi tempur. Dia hanya menembak tanpa pelindungan, tanpa tiarap, tanpa mengendap di tempat-tempat yang bisa membuat dia tertahan kalau ada serangan balik. Dia lebih cenderung di tempat terbuka," kata Wawan.

Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut pelaku penyerangan ke Mabes Polri, Zakiah Aini (25), adalah lone wolf. Meski begitu, polisi juga tengah mendalami kemungkinan terlibatnya Zakiah dengan jaringan terorisme yang ada.

"Dari hasil profiling yang bersangkutan, yang bersangkutan adalah tersangka pelaku lone wolf yang berideologi radikal ISIS," kata Jenderal Sigit dalam jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (31/3).

Dalam arti aslinya, lone wolf adalah hewan atau orang yang menghabiskan hidupnya dengan menyendiri, bukan dengan kelompok. Hal ini merujuk pada perilaku serigala yang meninggalkan atau ditinggalkan kelompoknya.

Di dunia terorisme, lone wolf adalah seseorang yang beraksi sendirian tanpa dukungan dari organisasi terorisme. Demikian penjelasan Mark Hamm, profesor Indiana State University Amerika Serikat, seperti dikutip dari dokumen perpustakaan digital Kementerian Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (Homeland Security).

Mark Hamm mempelajari tentang terorisme lone wolf di Amerika Serikat. Dia menyebut lone wolf adalah pelaku yang beraksi tanpa arahan dari suatu struktur hierarki. Lone wolf membuat rencana dan metode sendiri tanpa ada bantuan dari pihak kedua dan ketiga.

Sementara itu, Rodger A Bates dari Clayton State University Amerika Serikat menyebut aksi teroris lone wolf sulit diidentifikasi atau ditanggulangi. Ini berbeda dengan kelompok terorisme yang memiliki jaringan atau sponsor tertentu. Demikian dikutip dari tulisannya bertajuk 'Dancing With Wolves: Today's Lone Wolf Terrorists' pada 2012.

Rodger A Bates menulis bahwa teroris lone wolf adalah hasil self-radicalization. Meski aksi mereka tidak berskala besar, kemunculan lone wolf dianggap sebagai ancaman yang signifikan dan bisa mematikan.

(jbr/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT