Dedi Mulyadi Minta Pemerintah Beli Gabah Petani 10% di Atas HPP

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Jumat, 02 Apr 2021 21:52 WIB
Kementan
Foto: Yuda Febrian Silitonga
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi meminta kepada Pemerintah Pusat untuk membeli gabah petani dengan penambahan harga 10 persen dari Harga Pokok Produksi (HPP).

"Kalau ingin petani kita sejahtera, dan harga stabil pemerintah harus beli gabah petani itu 10 persen dari HPP," katanya saat sambutan di panen raya, Desa Telarsari, Kecamatan Jatisari, Karawang, Jumat (2/4/2021).

Ia mengungkapkan dari banyak keluhan yang datang kepada pihaknya, mayoritas petani mengeluhkan nilai jual gabah murah, dan harga pupuk mahal.

"Saya banyak mendapat curhatan para petani, harga gabah itu murah sekitar Rp 3.500 sampai dengan Rp 3.700, udah itu harga pupuk subsidi mahal bisa sampai Rp 450 ribu lebih per kuintal," terangnya.

"Ditambah lagi, pupuknya susah didapatkan," imbuh Dedi.

Saat sambutan, Dedi Mulyadi pun mengajak salah satu petani berkomunikasi di hadapan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Emak Acih (50) yang saat itu diajak Dedi Mulyadi mengatakan dalam satu kali panen ia biasa memakai 6 kuintal pupuk, namun kini hanya 2 kuintal.

"Biasanya mulai pupuk itu di hari 15, tapi saat ini di hari 27, soalnya pupuknya langka, jadi saya pakai 2 kuintal saja per hektare, bisanya 6 kuintal," ungkapnya.

Hasilnya kata Emak Acih, berkurang hingga beberapa ton.

"Biasanya per hektare itu dapat 5 sampai 6 ton, kalau sekarang jadi 3 ton," tuturnya.

Bukan itu saja, harga pupuk subsidi per kuintal dinilainya terlalu mahal, dan berharap ada nilai yang sesuai dengan harga jual gabahnya.

"Ini nggak sesuai, masa jual gabahnya murah sekitar Rp 3.500 per kg, tapi beli pupuknya mahal, Rp 450 ribu perkuintal," tandasnya.

Melihat hal itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo mengakui terkait persoalan petani di Indonesia. Menurut Syahrul, dari data yang diuraikannya, ada 86 kabupaten di Indonesia memiliki HPP di bawah normal.

"Dari 548 kabupaten, ada 86 kabupaten yang bersoal terkait HPP yang di bawah normatif," terangnya.

Saat ini, katanya, pihaknya tengah berfokus dalam serapan gabah para petani, dalam upaya menjaga stok pangan, dan stabilisasi harga, dengan mengajak berbagai pihak, dari mulai perusahaan swasta, bank, dan Bulog untuk bersepakat menyerap gabah para petani di Indonesia.

"Saat ini kami fokus menyerap gabah para petani di daerah, dengan upaya kesepakatan berbagai pihak, dari perusahaan, bank, Bulog dan pemerintah daerah agar bersepakat menyerap gabah para petani," katanya.

(akn/ega)