Cerita Jemaat Gereja Katedral Makassar Tetap Antusias Ibadah Misa Jumat Agung

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 02 Apr 2021 18:10 WIB
Polisi perketat pengamanan di Gereja Katedral, Makassar (Hermawan/detikcom).
Pengamanan di Gereja Katedral, Makassar (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Jemaat Gereja Katedral Makassar tetap antusias mengikuti rangkaian ibadah pekan suci Paskah meski Misa Minggu Palma pekan lalu diwarnai ledakan bom bunuh diri. Jemaat mengaku keimanan mereka justru semakin kuat karena peristiwa ini, terutama karena mendengar kisah heroik Kosmas, yang menghadang pelaku bom bunuh diri.

Salah seorang jemaat gereja bernama Angeline Theresa Nirmala (24) mengatakan sebelumnya mengaku bimbang datang ke gereja karena insiden ini. Namun kisah Kosmas membantu mereka mengatasi rasa bimbang dan memberanikan diri untuk tetap datang ke gereja.

"Karena memang kita lihat dari kejadian ini kan meledaknya di depan pagar. Tetapi, secara tidak langsung kita lihat, setelah kejadian bom, cuma beberapa yang terkena. Umat tetap dilindungi dalam penyertaan Tuhan," ujar Angeline kepada detikcom setelah mengikuti ibadah Jumat Agung, Jumat (2/4/2021).

"Dan kita lihat juga Pak Kosmas yang memang menghadang di depan mengalami luka yang tidak terlalu parah. Jadi memang dari situ kami melihat bahwa Tuhan Yesus memang betul-betul menjaga kami. Makanya kami imannya semakin bertambah dan semakin yakin," sambung Angeline.

Di lain sisi, lanjut Angeline, dia secara pribadi memaafkan perbuatan pelaku bom bunuh diri. Dia juga menegaskan teror tak terkait dengan agama mana pun.

"Saya melihat mungkin karena satu dan lain hal mereka punya tujuan seperti itu. Kami umat kristiani tetap mendoakan bahwa itu bukan terkait masalah agamanya apa, tapi ini karena orangnya sendiri dan orang-orang di belakangnya," kata Angeline.

"Kalau memaafkan, saya sudah memaafkan karena memang adalah ajaran kami memaafkan orang yang bersalah, bukan suatu hal yang memberatkan kami. Kalau untuk tanggapan masyarakat, kita harus sama-sama saling menjaga dan menyebarkan berita yang (tidak) membuat orang semakin takut," imbuhnya.

Panitia gereja juga memberi pernyataan yang sama. Jemaat disebut tetap antusias melakukan ibadah Jumat Agung.

"Kalau saya melihat antusiasme umat tidak terlalu terpengaruh dengan kejadian di hari Minggu yang lalu. Karena di dalam itu ada 250-300 lebih umat yang hadir," kata Ketua Panitia Paskah Brillian Armando saat ditemui wartawan.

Brillian mengatakan rangkaian Pekan Suci Paskah akan tetap berlangsung normal sesuai dengan perencanaan sebelumnya. Termasuk untuk perayaan Sabtu Suci dan Minggu Paskah.

Namun Brillian mengatakan proses ibadah kali ini akan tertutup, di mana aparat bersenjata akan memberlakukan pengamanan yang ketat.

"Tentu sampai hari Minggu sesuai dengan instruksi kepolisian tetap akan dilaksanakan secara tertutup," katanya.

Pantauan detikcom, Jumat (2/4), proses ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral Makassar berlangsung sejak pukul 14.30 Wita dan selesai pada pukul 16.30 Wita. Diketahui, rangkaian ibadah Jumat Agung yang kedua akan dimulai pada pukul 18.00 Wita.

Sementara itu, area sekitar gereja dijaga aparat bersenjata dari Brimob Polda Sulsel bersama prajurit TNI. Proses pengamanan tersebut sudah dilakukan sejak pukul 06.00 Wita pagi tadi. Area sekeliling gereja sepenuhnya dijaga aparat tanpa celah.

"Kami ada 60 orang sejak pukul 06.00 Wita pagi di sini," kata prajurit TNI Prada Udin kepada detikcom di lokasi.

Selain aparat bersenjata, sejumlah kendaraan taktis (rantis) milik polisi dan TNI turut disiagakan di depan gereja. Di antaranya ialah Barracuda milik Brimob dan rantis Anoa milik Yonzipur 8.

Seperti diketahui, proses ibadah di Gereja Katedral Makassar menjadi perhatian usai adanya ledakan bom bunuh diri di depan gereja pada Minggu (28/3). Ledakan bom bunuh diri tersebut menewaskan pasangan suami-istri (pasutri) inisial L dan YSF, yang merupakan pelaku bom bunuh diri.

Simak video 'Gereja Katedral Makassar Dijaga Ketat, Jemaat Merasa Aman':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)