Cerita Nenek dan 3 Cucunya yang Jadi Korban Luka Bom di Makassar

Ibnu Munsir - detikNews
Jumat, 02 Apr 2021 15:49 WIB
Polisi pasang police line di lokasi ledakan bom di Gereja Katedral Makassar, Sulsel
Ilustrasi bom di Makassar (Hermawan Mappiwali/detikcom)
Makassar -

Warga yang menjadi korban peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral masih dirawat di RS Bhayangkara, Kota Makassar. Setidaknya ada 20 orang terluka akibat peristiwa tersebut.

Salah seorang yang menjadi korban adalah Marla (50). Dia masih dirawat di RS Bhayangkara sejak Minggu (28/3/2021).

Dalam rekaman video yang beredar, Marla bersama tiga orang cucunya tampak menjadi korban atas insiden bom bunuh diri di Makassar. Wajahnya terlihat dipenuhi darah.

Sejumlah orang mengira cucuran darah itu berasal dari luka di tubuh Marla. Namun ternyata itu keliru.

Menurut anak kandung Marla, Bilkis, darah tersebut merupakan cipratan dari darah teroris yang melakukan bom bunuh diri di depan gereja. Marla hanya terluka di bagian kaki.

"Darah di kepalanya itu bukan darah dia. Tapi darah si pelaku. Yang luka hanya kakinya dan lubang dan kini masih dirawat di RS Bhayangkara," kata Bilkis, Kamis (1/3/2021).

Saat itu Marla bersama tiga cucunya sedang melintas di seberang gereja. Marla terlindungi karena ada sebuah mobil yang parkir di depan gereja.

"Mukjizat Tuhan. Ada taksi yang sempat menghalangi Ibu. Mungkin sopir taksi itu sedang menunggu penumpang, dan sambil ngopi di seberang jalan. Jadi tidak jadi korban dia," tambahnya.

Setelah terkena cipratan darah dan mengalami luka di kaki, Marla dan ketiga cucunya itu ditolong oleh warga sekitar bernama Yosi dan dua orang temannya. Yosi merupakan salah satu karyawan kafe, yang waktu itu meninggalkan pekerjaannya demi menyelamatkan Marla dan mencarikan tumpangan untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.

(knv/knv)