Saksi Ini Akui Terima Rp 15 Juta dari Anak Buah Terdakwa Kasus Alkes RS Unair

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 17:02 WIB
Sidang kasus korupsi alkes RS Unair (Zunita-detikcom)
Sidang kasus korupsi alkes RS Unair 2010. (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Dua mantan pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yang merupakan panitia proyek pembangunan RS Unair, mengaku pernah menerima uang dari Christine, anak buah Direktur Marketing PT Anugerah Nusantara, Minarsih. Dua orang itu adalah mantan Staf Subid Pusdatin BPPSDM Kesehatan Kemenkes Muhamad dan mantan Pejabat Fungsional pada Poltekkes Jakarta 2, Wadianto.

"Jadi, saya ingat setelah selesai rapat, saya dibilang Bu Christine, 'ini ada amplop'. Nah amplopnya itu sudah terpisah-pisah. Kemudian saya serahkan ke teman-teman," ujar Wadianto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (1/4/2021).

Wadianto mengakui amplop yang diserahkan Christine itu berisi uang. Dia sendiri mendapat Rp 15 juta.

Jaksa kemudian membacakan BAP Wadianto. Selain itu, jaksa bertanya ke Wadianto perihal pihak-pihak yang menerima amplop dari Christine.

"BAP: 2011 saya pernah terima uang Rp 15 juta diserahkan oleh staf Minarsih, Christine. Selain Bapak siapa lagi yang terima?" tanya jaksa KPK Takdir Suhan.

Wadianto mengatakan seluruh panitia BPPSDM Kemenkes terkait proyek pembangunan dan pengadaan alkes RS Unair mendapat amplop berisi uang itu. Amplop itu dibagikan oleh Wadianto ke panitia.

"Itu panitia aja," ucapnya.

Selain itu, jaksa mengonfirmasi pemberian amplop berisi uang ke Muhamad. Muhamad mengaku menerima Rp 5 juta.

"Terima Rp 5 juta. Pak Wadianto bilang, 'ini dari Ibu Min (Minarsih). (Saya jawab) 'terima kasih'," terang Muhamad.

Dalam sidang ini yang duduk sebagai terdakwa adalah Bambang Giatno Rahardjo dan Minarsih. Keduanya didakwa memperkaya diri dan orang lain serta korporasi.

Perbuatan Bambang dan Minarsih disebut jaksa merugikan negara senilai Rp 14 miliar. Jumlah kerugian ini didapat dari laporan tim auditor BPKP terkait peralatan kesehatan dan laboratorium Rumah Sakit Tropik Infeksi Universitas Airlangga (Unair) tahap I dan II tahun 2010.

Atas dasar itu, Bambang dan Minarsih didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Simak juga Video: Tok! Wawan Divonis 4 Tahun Penjara

[Gambas:Video 20detik]



(zap/zak)