Fahri Hamzah Usul Ma'ruf Amin-Said Aqil Kumpul Bahas Wahabi-Salafi

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 15:38 WIB
Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 Fahri Hamzah berjalan usai mengikuti Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/8/2020). Negara menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Nararya kepada Fahri Hamzah yang disematkan oleh Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Fahri Hamzah (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta -

Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj menyebut pintu masuk terorisme dan paham radikal adalah ajaran Wahabi dan Salafi sehingga harus dibasmi. Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah mengusulkan supaya para ulama bermusyawarah untuk memutuskan cara menghadapi kelompok tersebut.

"Saya mengusulkan agar para ulama itu bermusyawarah untuk memutuskan itu cara kita menghadapi kelompok-kelompok yang kalau disebut ada kelompok-kelompok itu," kata Fahri di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Para ulama yang dimaksud Fahri Hamzah adalah Ma'ruf Amin, Ketum PBNU Said Aqil Siroj, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nasir, dan ulama-ulama lainnya. Dia meminta mereka berkumpul untuk mengambil keputusan.

"Silakan saja saya kira Pak Ma'ruf sebagai penasihat MUI, Said Aqil sebagai ketum PBNU, Pak Haedar Nasir sebagai Ketum PP Muhammadiyah ngumpul putuskan gimana cara kita menghadapi kalau ada kelompok-kelompok yang memusuhi negara seperti itu. Saya kira itu, bagus ngumpul aja," ucapnya.

Dia menyebut semua ideologi bersifat evolutif, termasuk Wahabi dan Salafi. Lalu dia menyinggung soal komunisme di Indonesia yang hingga kini dianggap berbahaya.

"Sekarang gini, kita pernah mengharamkan komunisme sampai sekarang, tapi kita asik banget berdagang dengan negara komunis. Itu apa? Apakah itu kejahatan? Apakah komunisme yang di Indonesia dianggap ideologi berbahaya, tidak berbahaya kalau ada negara lain. Terus kita bergandengan tangan. Ini kan perlu jawaban," ucapnya.

Sebelumnya, Said Aqil menyampaikan strategi untuk menghabisi jaringan terorisme. Said Aqil menyebut memberantas jaringan terorisme dilakukan dari benihnya atau pintu masuknya ajaran ekstremisme, yaitu ajaran Wahabi.

"Ini artinya, kalau kita benar-benar sepakat, benar-benar kita satu barisan ingin menghabisi jaringan terorisme, benihnya dong yang harus dihadapi. Benihnya, pintu masuknya yang harus kita habisi. Apa? Wahabi, ajaran Wahabi itu adalah pintu masuk terorisme," kata Said Aqil dalam webinar 'Mencegah Radikalisme dan Terorisme untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial' yang disiarkan di YouTube TVNU Televisi Nahdlatul Ulama, Selasa (30/3).

Said Aqil menegaskan ajaran Wahabi bukan terorisme, melainkan pintu masuk terorisme. Sebab, ajarannya dianggap ekstrem.

"Ajaran Wahabi bukan terorisme, bukan, Wahabi bukan terorisme, tapi pintu masuk. Kalau udah Wahabi, 'ini musyrik, ini bid'ah, ini sesat, ini nggak boleh, ini kafir, itu langsung satu langkah lagi, satu step lagi sudah halal darahnya boleh dibunuh'. Jadi benih pintu masuk terorisme adalah Wahabi dan Salafi. Wahabi dan Salafi adalah ajaran ekstrem," ujarnya.

Simak Video "Said Aqil: Pintu Masuk Terorisme Adalah Wahabi dan Salafi":

[Gambas:Video 20detik]



(fas/gbr)