Penusuk Syekh Ali Jaber Divonis 4 Tahun Penjara

Haris Fadhil - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 15:27 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi Palu Hakim (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Penusuk Syekh Ali Jaber, Alpin Andrian (AA), divonis 4 tahun penjara. Vonis ini lebih rendah dibanding tuntutan jaksa.

"Sudah putus, 4 tahun penjara," kata Humas Pengadilan Negeri Tanjung Karang Hendri Irawan saat dimintai konfirmasi, Kamis (1/4/2021).

Dia mengatakan Alpin Andrian dinyatakan bersalah melanggar Pasal 351 KUHP jo Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Tajam. Persidangan digelar di PN Tanjung Karang, Lampung, hari ini.

Vonis ini lebih rendah daripada tuntutan jaksa. Dalam sidang tuntutan, jaksa menuntut Alpin Andrian dihukum 10 tahun penjara.

Sebelumnya, kasus dugaan penusukan yang dialami Syekh Ali Jaber terjadi pada 13 September 2020. AA kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) diserahkan kepada pihak kejaksaan pada 14 September 2020.

Alpin Andrian dijerat dengan Pasal 351 ayat 2 KUHP, Pasal 340 juncto Pasal 53 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 53 KUHP subsider Pasal 351 ayat 2 juncto Pasal 53 KUHP dan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat 12/1951. Syekh Ali Jaber mengalami luka akibat penusukan itu.

"Penerapan pasal pidana berlapis tentang dugaan percobaan pembunuhan berencana dengan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan korban luka-luka dengan ancaman 20 tahun penjara atau hukuman mati," ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad.

Syekh Ali Jaber sendiri mengaku telah memaafkan pelaku. Dia mengatakan hal itu dilakukan karena ingin mengikuti akhlak yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW.

"Cuma saya ingin meniru Nabi Muhammad SAW, Nabi Muhammad 13 tahun di Mekah, diserang, dihina, sampai dibuang kotoran unta di atas kepalanya, diancam mati," ujar Ali Jaber dalam program Blak-blakan yang tayang di detikcom, Senin (21/9).

Lihat Video: Alasan Ustaz Maaher Dimakamkan di Samping Makam Syekh Ali Jaber

[Gambas:Video 20detik]

(haf/idh)