Dinkes Semarang Minta Peran Serta Masyarakat Kelola Sampah Medis

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 14:47 WIB
Used medical masks against coronavirus in trash can. Corona virus or covid-19 finish concept.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Julia_Sudnitskaya
Jakarta -

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Muhammad Abdul Hakam mengimbau masyarakat Kota Semarang untuk memiliki sikap wegah nyampah (usaha untuk tidak menghasilkan sampah). Menurutnya, upaya tersebut dapat mempercepat pemberantasan virus COVID-19 di Kota Semarang.

"Selama pandemi ini banyak habit atau kebiasaan baik yang dilakukan seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, mengelola sampah lebih baik maka nantinya tidak hanya COVID yang akan tertangani tetapi juga penyakit infeksius lain seperti diare akut, demam akut dan infeksi lainnya insyaallah juga akan menurun," ujar Hakam dalam keterangan tertulis, Kamis (1/4/2021).

Hal tersebut ia sampaikan dalam dialog Ngolah, Ngobrol Tentang Sampah di Live IG @semarangwegahnyampah, Rabu (24/3). Dalam kesempatan tersebut, Hakam membahas soal permasalahan sekaligus penanganan sampah selama pandemi dan isolasi mandiri di Kota Semarang.

Hakam menyampaikan masyarakat perlu melakukan prosedur penanganan sampah infeksius selama pandemi. Adapun hal tersebut bertujuan agar lingkungan menjadi aman dan terhindar dari penularan virus.

Soal sampah medis, ia menjelaskan sampah para pasien terkonfirmasi COVID-19 yang dirawat di rumah sakit dan rumah isolasi dikelola oleh penyedia jasa khusus mulai dari proses pemilahan, pembakaran dengan insinerator hingga pengelolaan abu sampah.

Sementara untuk sampah dari pasien yang sedang menjalani proses penyembuhan atau isolasi mandiri, ia mengimbau agar pasien dapat memilah dan melakukan sterilisasi sampah dahulu sebelum diberikan ke pengolah sampah.

"Virus COVID-19 ini akan mati setelah 8 jam jika menempel pada benda mati, karenanya harus ditangani terlebih dahulu di setiap rumah pasien isoman," katanya.

Tak hanya sampah isoman, Hakam juga meminta seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif mengelola sampah masker sekali pakai. Menurutnya, langkah ini dapat membantu mengurangi penyalahgunaan masker oleh oknum tak bertanggung jawab.

"Agar tak berdampak lanjut dari sisi kesehatan dan lingkungan, masker sekali pakai sebaiknya disterilisasi dengan desinfektan, dipotong pada bagian maskernya baru kemudian dibuang pada tempat sampah khusus medis. Hal ini, juga sebagai upaya menghindari penyalahgunaan penjualan kembali masker bekas oleh oknum tak bertanggung jawab," pungkasnya.

Sebagai informasi, program Ngolah merupakan program live Instagram yang rutin diselenggarakan oleh akun @semarangwegahnyampah setiap Rabu dengan mengangkat tema-tema menarik dan update setiap Minggunya. Akun @semarangwegahnyampah juga aktif memberikan edukasi terkait upaya penanganan dan pengurangan sampah di Kota Semarang sesuai Peraturan Wali Kota Semarang No. 27 Tahun 2019 tentang Pengendalian Penggunaan Plastik.

Lihat juga Video: Bos Laundry Ditangkap Polisi Gegara Buang Sampah Medis Pasien COVID-19

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)