Kembali Gelar Ziarah Tahunan, Walkot Semarang Batasi Jumlah Peserta

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 22:43 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melaksanakan agenda ziarah tahunan ke makam Sunan Pandanaran II atau Sunan Bayat di Bayat, Klaten.
Foto: Dok. Pemkot Semarang
Jakarta -

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melaksanakan agenda ziarah tahunan ke makam Sunan Pandanaran II atau Sunan Bayat di Bayat, Klaten. Berbeda dari biasanya, kegiatan rutin ini dilaksanakan dengan berbagai pembatasan.

Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, menjabarkan pembatasan tersebut antara lain membatasi jumlah peserta, menyingkat waktu pelaksanaan, hingga mengubah konsumsi yang biasanya disajikan secara prasmanan menjadi nasi box.

Ia menilai pelaksanaan kegiatan ziarah dengan pembatasan ini lebih baik dari pelaksanaan di tahun sebelumnya. Sebab, lanjut Hendi, pada 2020 lalu kegiatan ziarah tersebut urung dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Semarang akibat pandemi.

"Kegiatan ziarah pada tahun ini agak sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena masih dalam masa pandemi COVID-19. Bahkan tahun lalu ketika awal dimulainya pandemi COVID-19, kita hanya bisa mendoakan para leluhur di rumah masing-masing," ujar Hendi dalam keterangan tertulis, Selasa (23/3/2021).

Dalam kesempatan ini, Hendi menuturkan prinsip dari ziarah yaitu supaya seluruh pihak di Pemkot Semarang tidak lupa pada sejarah pendahulunya.

"Bahwa tradisi kita untuk berziarah ini adalah selain mendoakan para leluhur, juga mengingat sejarah bahwa Sunan Bayat adalah salah satu pendiri Kota Semarang, untuk kemudian kita dapat mewarisi nilai-nilai perjuangan Beliau," terangnya.

Sebagai informasi, Sunan Bayat merupakan Bupati kedua Semarang. Tak hanya menjadi pemimpin di wilayah Semarang, Sunan Bayat juga merupakan tokoh penyebar agama Islam yang dikenal memiliki ilmu yang tinggi. Diketahui, setelah tak lagi menjabat Bupati Semarang, Sunan Pandanaran menetap di Bayat, Klaten, hingga dikenal dengan nama Sunan Bayat.

Lebih lanjut, Hendi menyampaikan harapannya agar jajaran Pemkot Semarang dapat senantiasa meneladani kepemimpinan Sunan Bayat.

"Kepada kawan-kawan di Semarang dan pemerintah kota agar dapat mewarisi nilai-nilai perjuangan Sunan Bayat, di mana dalam perjuangannya berhasil membesarkan sebuah wilayah yang tadinya merupakan dusun Pragota menjadi semakin besar dan dinamakan Semarang," tuturnya.

Selain itu, Hendi pun menekankan peringatan ulang tahun Kota Semarang ke-474 bisa menjadi momentum bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Semarang untuk meneruskan perjuangan yang telah dirintis oleh Sunan Bayat.

"Kami berusaha nguri-nguri tradisi, karena beliau adalah salah satu pendiri Kota Semarang, yang butuh usaha yang luar biasa agar menjadi Semarang yang seperti sekarang," tambah Hendi

(akn/ega)