Implementasikan Budaya AKHLAK, Pegadaian Gelar Webinar Antikorupsi

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 16:16 WIB
PEGADAIAN
Foto: PEGADAIAN
Jakarta -

PT Pegadaian (Persero) menggelar webinar Antikorupsi bertema Memahami, Mengendalikan Risiko, dan Mencegah Korupsi pada Korporasi. Webinar ini sebagai wujud implementasi budaya AKHLAK. Acara ini menghadirkan narasumber juru bicara KPK (2016-2019) Febri Diansyah.

Kepala Departemen Komunikasi PT Pegadaian (Persero) Basuki Tri Andayani mengatakan budaya AKHLAK yang terdiri dari nilai-nilai amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif adalah pedoman bagi seluruh pegawai Pegadaian dalam menjalankan tugas.

"Agar budaya AKHLAK dapat terlaksana dengan baik dan konsisten, maka perusahaan terus melakukan internalisasi budaya tersebut secara terus-menerus kepada seluruh karyawan. Internalisasi budaya dilakukan sebagai ikhtiar untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan selanjutnya diamalkan dalam keseharian," kata Basuki dalam keterangan tertulis, Rabu (31/3/2021).

Lebih lanjut Basuki mengatakan sebelumnya Pegadaian juga menggelar acara Ngopi Aksi 'Ngobrol Inspiratif Anti Korupsi' dengan pembicara Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono. Kegiatan itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia).

Sementara itu Febri Diansyah dalam paparannya menyampaikan tindak korupsi biasanya dimulai dari gratifikasi. Oleh karena itu gratifikasi harus dikendalikan dengan tiga prinsip dasar yaitu penolakan, pelaporan atas penolakan, dan pelaporan atas penerimaan dalam hal gratifikasi tidak dapat ditolak.

"Selain gratifikasi, bentuk tindak pidana lainnya adalah penyuapan dan pemerasan. Tindakan koruptif tersebut dimulai dari gaya hidup yang bersangkutan atau keluarganya tidak sepadan dengan penghasilan yang diterima. Akibatnya ia membiayai gaya hidupnya dengan uang yang diperoleh dengan cara tidak semestinya,"ucapnya.

Pada kesempatan itu, Febri juga menghimbau kepada seluruh pegawai Pegadaian untuk menjaga amanah sejalan dengan nilai-nilai budaya AKHLAK. Budaya hedonisme yang menjadi akar perilaku koruptif harus dikikis, sementara itu budaya prestatif harus dikembangkan terus-menerus.

"Kita juga harus membiasakan memberikan apresiasi kepada orang lain karena prestasinya, bukan karena harta yang dimiliki. Ini penting dalam rangka mewujudkan Indonesia yang maju serta bebas dari korupsi," pungkasnya.

Lihat juga video 'Kantor Perbekel Tianyar Digeledah Terkait Dugaan Korupsi Bedah Rumah':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)