Pegadaian Ambil Bagian di Program Pengembangan Kewirausahaan Gen Z

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 13:28 WIB
Pegadaian
Foto: Dok. Pegadaian
Jakarta -

PT Pegadaian (Persero) ambil bagian dalam program Hibah Kompetisi Kewirausahaan (HoKi) yang diinisiasi Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI). Program HoKi bertujuan untuk memacu pengembangan bagi para pelaku usaha dari kalangan mahasiswa.

Nota kesepahaman program Hibah Kompetisi Kewirausahaan (HoKi) telah disepakati oleh ISEI sebagai penyelenggara dengan PT Pegadaian (Persero), Kalbis Institute, Institut Perbanas, dan Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida).

Penandatanganan MOU dilakukan secara langsung oleh Ketua ISEI Jakarta Inarno Djajadi, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto, Rektor Institut Perbanas Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, , Rektor Kalbis Institute Naik Henokh Parmenas, dan Dekan FEB Ukrida Dr. Melitina Tecoalu, bertempat di Kantor Pusat Pegadaian, Selasa (30/3/2021).

Kuswiyoto menyampaikan PT Pegadaian (Persero) mendukung pengembangan dan penguatan kewirausahaan terutama bagi Generasi Z. Pengembangan UMKM, kata dia, akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional di tengah situasi pandemi.

"Sebagai salah institusi yang bergerak dalam bidang jasa keuangan, PT Pegadaian (Persero) memegang peran penting dalam mendukung penguatan kewirausahaan dan UMKM terutama di tengah bergejolaknya perekonomian nasional akibat pandemi COVID-19. Kami berharap makin banyak Generasi Z yang mampu menjadi entrepreneur muda yang tangguh," ungkap Kuswiyoto, Selasa (30/3/2021).

Inarno Djajadi menambahkan disepakatinya nota kesepahaman oleh pihak-pihak terkait akan mendorong program penguatan UMKM bagi Generasi Z. Program HoKi diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan iklim kewirausahaan berkelanjutan, terutama bagi para generasi Z.

"Sejak awal kami menyampaikan bahwa Program HoKi diinisiasi sebagai wadah bagi i-generation untuk menuangkan ide-ide bisnis yang inovatif dan kreatif. Semakin masifnya perkembangan ekonomi digital harusnya dapat memicu para i-generation untuk semakin aktif dan antusias dalam menggali dan mengembangkan ide bisnis,"ulas Inarno.

Adapun tahapan penyelenggaraan HoKi dimulai dari seleksi proposal, penentuan 10 proposal terbaik, penentuan enam proposal terbaik, berlanjut ke pembinaan inkubasi entrepreneurship.

"Program HoKi dapat mendorong mahasiswa agar fokus dalam mengembangkan dan menjadikan bisnis sebagai pilihan masa depan. Sehingga ke depannya entrepreneur tidak lagi dianggap sebagai pilihan karir terakhir bagi para mahasiswa," sebut Ketua Bidang UMKM, Koperasi dan Nelayan ISEI Jakarta Loto Srinaita Ginting.

Sebanyak 10 proposal terpilih untuk menyampaikan presentasi ide bisnis di hadapan dewan juri pada Jumat (26/3) lalu. Presentasi dilakukan secara virtual dengan durasi maksimal selama 30 menit untuk masing-masing kelompok.

"Tim yang berhasil masuk dalam tahap presentasi tentunya adalah tim dengan ide bisnis yang menarik dan reliabel terhadap perkembangan ekonomi digital. Masing-masing tim memasukkan aspek teknologi dalam ide bisnis yang ditawarkan. Hanya saja memang masih terdapat beberapa kelemahan di beberapa aspek yang tentunya dapat diperbaiki dan dimatangkan ke depan," jelas Ketua Dewan Juri HoKi Winang Budoyo.

"Aspek inovasi berbasis digital memang sangat kami tekankan ketika sosialisasi kepada seluruh mahasiswa yang hendak mengikuti program," sambung Winang.

Dari 10 proposal telah dipilih 6 proposal terbaik yang berhasil mendapatkan hibah dana masing-masing Rp 25 juta. Ada tiga tim dari Kalbis Institute, dua tim dari Perbanas dan satu tim dari Ukrida.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam Program HoKi. Selamat dan semangat mempersiapkan tahap selanjutnya untuk tim yang terpilih sebagai 6 proposal terbaik. Dan bagi yang belum berhasil agar jangan patah semangat dan kami tunggu partisipasi pada program selanjutnya," cetus Joseph Renwarin sebagai salah satu anggota Tim Juri.

Pada tahap berikutnya enam tim dengan proposal terbaik akan mendapatkan pendampingan dan menjalani inkubasi entrepreneurship selama tiga bulan. Proses ini terdiri dari pelatihan kewirausahaan dan pendampingan kewirausahaan. Selama proses inkubasi tersebut, Peserta diwajibkan menyusun laporan kemajuan setiap bulannya untuk kemudian dilakukan evaluasi lebih lanjut oleh panitia.

(akn/ega)