Mereka yang Pernah Terjerat 'Jumat Keramat' di KPK

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 15:54 WIB
Ilustrasi Tahanan KP, Baju oranye
Ilustrasi tersangka KPK mengenakan rompi oranye saat ditahan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ada salah satu jargon yang cukup lekat dengan KPK sebagai motor pemberantasan korupsi di negeri ini: Jumat Keramat. Namun agaknya persepsi itu ingin dikesampingkan Firli Bahuri selaku Ketua KPK saat ini.

"Mungkin sekarang tidak ada lagi yang mendengar pengumuman tersangka hari Jumat, nggak ada lagi. Kenapa? Karena kami membangun bahwa Jumat Keramat tidak ada. Yang ada setiap hari itu keramat. Kenapa? Kami tidak ingin dikatakan kami menarget seseorang. Pokoknya hari Jumat harus ada pengumuman tersangka, kami tidak," kata Firli.

Hal itu disampaikan Firli saat kunjungannya ke Lapas Sukamiskin untuk memberikan penyuluhan antikorupsi pada para narapidana kasus korupsi. Firli menegaskan KPK hanya akan melakukan penangkapan tersangka ketika sudah ada cukup alat bukti.

"Karena tersangka ada setelah ada kecukupan alat bukti. Nah, untuk mencari alat bukti, tentu kita melakukan penyelidikan dan penyidikan, mencari keterangan saksi, mengumpulkan alat bukti. Dengan itu, kita berharap ada terangnya perkara pidana korupsi. Setelah terang baru ketemu, oh ada orangnya, baru kita umumkan," ujar Firli.

"Kita tidak ingin lagi mengumumkan si A terlibat korupsi, lama gitu prosesnya, menunggu. Kalau seseorang kita umumkan tersangka korupsi, setidaknya anak, istri, orang tua, handai taulan, keponakan, itu juga ikut terpenjara, juga ikut menerima hukuman. Itu kita tidak ingin," imbuhnya.

Entah sejak kapan 'Jumat Keramat' cukup lazim disematkan bila KPK menetapkan seorang tersangka atau melakukan penahanan pada tersangka saat hari Jumat. Meski kini disebut Firli tidak akan ada lagi, berikut ini deretan tersangka yang pernah terjerat 'Jumat Keramat' di KPK.

Lihat juga Video: Rompi Oranye Imam Nahrawi di Jumat Keramat

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2 3